Warga Kesulitan Air Bersih, Terpaksa Beli Air Galon Isi Ulang

Ilustrasi
TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Meski sudah beberapa kali turun hujan, namun belum bisa menghilangi kabut asap yang menyelimuti wilayah Kabupaten Tebo dan sekitarnya. 

Tidak itu saja, hujan juga belum bisa mengatasi kesulitan air bersih yang dialami sejumlah warga akibat kemarau panjang.

" Sudah beberapa tahun ini tiap musim kemarau air sumur kering, mungkin karena kemarau sangat panjang. Pada tahun sebelumnya, air sumur ini tidak kering, hanya debit airnya saja yang turun," kata Suher, warga Desa Bedaro Rampak Kecamatan Tebo Tengah, Jumat (17/10).

Suher mengaku, sumur air miliknya sedalam 8 meter. Saat musim hujan airnya banyak, dan saat musim kemarau debit air turun. Tapi tidak sampai mengering seperti dua tahun terakhir ini.

" Untuk mandi dan cuci bisa numpang ke rumah keluarga. Kalau untuk masak dan kebutuhan sehari-hari, terpaksa beli air Galon isi ulang," ungkap Suher lagi yang mengaku dalam sehari bisa menghabiskan air 4 sampai 6 Galon. 

Kesulitan air juga dirasakan warga desa Teluk Langkap Kecamatan Sumay. Seperti yang diungkapkan Dian, seorang Ibu rumah tangga. Dia mengaku jika air sumur miliknya juga kering. Menurutnya, kekeringan tersebut juga terjadi akibat kemarau panjang.

" Tahun sebelumnya, biar musim kemarau kondisi air sumur tidak kering, hanya debitnya saja yang turun. Tapi sekarang kondisinya kering, jadi untuk mencuci dan mandi terpaksa numpang ke rumah orang tua," katanya.

Dian juga mengaku, memang ada beberapa sumur air milik warga yang masih ada air. Warga masih bisa mengambil airnya untuk kebutuhan sehari-hari. Namun debit airnya sudah tidak banyak seperti biasanya.

“ Memang dua hari ini turun hujan. Namun pasokan air belum tercukupi. Sumur masih kering,” jelas Dian yang berharap musim kemarau segera berakhir.

Begitu juga yang dikeluhkan Nuri dan Ade, warga yang tinggal di perumahan Pal 12 Desa Sungai Alay Kecamatan Tebo Tengah.  Mereka mengaku, sejak tiga pekan lalu air sumurnya kekurangan air.

" Biasanya kapan saja mau ambil air, selalu ada. Sekarang terpaksa harus menunggu pagi, karena siang dan malam hari airnya tidak ada," ujar Ade. Dijelaskan Ade, kondisi sumur kering selalu terjadi setiap musim kemarau, sementara perumahan tempat dia tinggal belum dialiri air PDAM. 

"Kalau dipaksa diambil, airnya kotor karena bercampur tanah. Jadi warga disini terpaksa numpang ke rumah saudara. Bagi warga yang tidak bisa menumpang, terpaksa membeli air bersih. Karena warga di sini sebagian besar punya mobil, jadi banyak yang membeli air bersih ke tempat lain," kata pria yang masuk tahun kedua tinggal di perumahan tersebut.

Ade berharap, PDAM Tebo secepatnya bisa mengalirkan air bersih ke rumah-rumah warga. "Beberapa waktu yang lalu sepertinya ada pemasangan pipa PAM, tapi sampai sekarang instalasinya belum dilanjutkan kerumah-rumah. Mungkin kalau ada PAM warga disini tidak tergantungan lagi dengan air sumur," kata pria yang bekerja di perusahaan swasta ini. (peta)

Related News