Wali Murid Keluhkan Kegiatan Ekstrakurikuler Renang Di SMAN 3 Kabupaten Tebo


TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Orang tua atau wali murid SMAN 3 Kabupaten Tebo minta kepada Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda Dan Olahraga (Dikbudpora) Tebo, agar tinjau setiap kegiatan Ekstrakurikuler (Ekskul) di sekolah tersebut, terutama kegiatan ekskul berenang. Pasalnya, biaya yang dibebankan untuk berenang tersebut sangat membebankan para orang tua.

"Kegiatan itu (Renang_red) kami anggap tidak ada manfaat untuk anak-anak kami. Tapi kalau tidak diikuti, takutnya anak kami mendapat perlakuan beda dari gurunya, begitu juga dengan nilai olahraganya," keluh salah seorang wali murid kepada Teboonline.com, Minggu (5/10).

Diakuinya, pihak sekolah membebankan biaya sebesar  Rp 25 ribu untuk dua kali renang. "Dua orang anak saya yang sekaloh disana. Jadi, biaya yang harus saya keluarkan Rp 50 ribu, belum lagi ditambah biaya les. Jadi saya merasa keberatan. Apalagi dengan kondisi seperti sekarang ini, harga getah murah sedangkan kebutuhan bahan pokok terus naik," keluhnya lagi.

Terkait keluhan tersebut, AA. Musyaffa, Kasi Kurikulum Dikmen Dinas Dikbudpora Tebo saat dikonfirmasi Teboonline.com langsung menghubungi pihak SMA N 3 Tebo. Dia menjelaskan, keterangan dari pihak sekolah mengatakan bahwa Ekskul renang tersebut masih dalam wacana.
"Itu baru wacana dan belum berjalan, dan saya baru tahu dan tidak pernah merekomendasikan itu," jelas Kepala SMA N 3 Tebo, terdengar dari Hp Kasi Kurikulum saat dihubungi via telepon..

Tidak puas dengan keterangan Kepsek, Kasi Kurikulum langsung menghubungi Guru olahraga dan minta agar kembali mengkaji Ekskul renang di sekolah tersbut. "Tolong ditimbang kembali. Ini sudah ada orang tua siswa yang mengeluhkan biaya renang. Juga sudah banyak Wartawan yang menanyakan itu kepada saya. Jika itu hanya membuat masalah saja, lebih baik dialihkan pada olahraga Atlet saja," sarannya kepada Guru olahraga via telepon.

Informasi yang dihimpun Teboonline.com dari berbagai sumber menjelaskan, sebelumnya tidak ada kegiatan Ekskul renang di SMA N 3 Tebo. Namun, setelah salah satu oknum guru di SMA tersebut membuka tempat pemandian umum atau kolam renang, pihak sekolah langsung mengadakan Ekskul renang. Tidak tanggung-tanggung, awal kegiatan Ekskul tersebut, setiap minggu siswa diharuskan ikut renang.

Terkait informasi itu, Ketua Lembaga Pemantau Tindak Pidana Korupsi (LP Tipikor) Provinsi Jambi, Iwan Ferdana IB, sewaktu dikonfirmasi Teboonline.com mengakui jika dirinya sudah lama mendengar informasi tersebut. Bahkan, dia juga mengaku sudah menkonfirmasi hal itu kepada Kepala SMA N 3 Tebo.

"Waktu saya konfirmasi, Kepsek sangat terkejut. Dia (Kepsek,red) mengaku tidak tahu dan tidak pernah memberikan rekomendasi tentang kegiatan Ekskul renang itu. Namun, jika siswa yang berenang adalah atas keinginan sendiri, itu adalah hak siswa dan kita tidak bisa melarangnya. Yang jelas, sekolah tidak pernah merekomendasikan siswa untuk ikut Ekskul renang," kata Iwan menjelaskan keterangan Kepsek.

Dijelaskan Iwan, dari informasi yang dia dapat dari orang tua siswa, siswa diharuskan ikut renang 2 kali dalam seminggu. "Untuk umum satu kali berenang Rp 15 Ribu. Namun untuk siswa dapat potongan harga yaitu Rp 25 Ribu untuk dua kali renang. Jadi, 1 bulannya siswa harus membayar Rp 100 ribu," beber Iwan.

Menurut Iwan, kegiatan Ekskul renang yang dilaksanakan di SMA N 3 Tebo tersebut, sangat kental dengan kepentingan bisnis oknum salah satu guru di sekolah tersebut yang notabene adalah pemilik dan pengelola kolam renang.
"Jika Ekskul itu tetap dilaksanakan, artinya renang itu bukan semata-mata untuk Ekskul, tapi sudah kental dengan kepentingan bisnis guru pemilik kolam," kata dia.

Untuk itu, Iwan minta kepada pihak SMA N 3 Tebo, agar mengurangi jadwal kegiatan Ekskul renang. Sebab, dipaksakan atau tidak dipaksanakan, itu tetap ada dampaknya kepada siswa dan orang tua siswa.

"Jika satu bulan satu kali, mungkin orang tua siswa bisa maklum. Tapi kalai sudah 2 kali satu minggu, tentu orang tua keberatan. Jadi lebih baik jadwalnya dikurangi saja biar tidak memberatkan orang tua siswa," pungkasnya. (peta) 

Related News