Monday, October 13, 2014

Rumah Sakit Sultan Thaha Syaifudin Kabupaten Tebo
TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Meskipun telah ditentukan, peserta BPJS tidak dipungut biaya dalam perawatan kesehatan. Namun prakteknya, peserta BPJS yang dirawat di RSUD Sulthan Thaha Kabupaten Tebo, masih dimintai biaya dalam menebus obat, resep Dokter.

Hal ini terungkap saat DPRD Tebo melakukan inspeksi mendadak (Sidak), ke rumah sakit daerah, Senin (11/10).

"Iya kami bayar waktu ngambil obat. Katanya stock obat yang diresep Dokter habis," aku pendamping Syaibani (81), pasien yang dirawat disalah satu Zal.

Belasan anggota DPRD yang baru dilantik bulan lalu, meneruskan penelurusannya. Fakta yang sama juga didapat pada pasien lainnya, dengan alasan yang berbeda.

"Ini sangat aneh. Pasien BPJS, semestinya tidak dipungut biaya lagi. Apalagi setelah ditelusuri, tidak satupun kwitansi yang dikeluarkan Apotik, dalam penebusan atau pembelian obat. Ini ada apanya??," tegas Husni Fahri, salah satu anggota DPRD Tebo, dari Partai Nasdem.

Mendapati hal demikian, rombongan wakil rakyat mendatangi Apotik rumah sakit, namun Kepala Farmasi tidak berada ditempat. Begitu juga halnya dengan Direktur RSUD STS, tidak ada di tempat.

Setelah berkeliling sekitar 1 jam, anggota dewan tersebut disambut pihak rumah sakit, di ruang Direktur yang juga menghadirkan Kepala BPJS Tebo, guna membicarakan temuan tersebut.

Kepala BPJS Cabang Kabupaten Tebo, Apheri Pendina menerangkan, pelayanan BPJS Tebo, merupakan sistem satu paket. Seluruh pembiayaan, ditangggung BPJS.

"Sistem paket tersebut, meliputi pelayan medis, tindakan, perawatan, dan farmasi. Jikapun, peserta membayar jika ada selisih harga. Jika ada peserta yang seharusnya kelas 3 namun minta dirawat di kelas 2 atau 1, baru dimintai pembayaran, selisih pembiayaan tersebut," terang Apheri.

Sedangkan pihak RS, diwakili Kabid Pelayanan Medis dan Perawatan, P Haloho mengakui dirinya juga pernah menangkap tangan, oknum yang melakukan pungutan terhadap pasien peserta BPJS. Namun uang pasien tersebut dikembalikan. Terhadap pasien yang sudah dimintai bayaran, nantinya juga dijanjikan akan dikembalikan uangnya.

"Nanti kita kembalikan uang pasien tersebut. Petugas yang melakukan hal ini, nanti juga akan kita tindak," tegas Haloho.

Suhendri, diakhir pertemuan menegaskan, pihaknya akan segera memanggil Direktur RSUD, beserta Kepala Apotiknya, untul mengklarifikasi persoalan ini.

"Nanti akan segera kita panggil pimpinannya, untuk klarifikasi hal ini. Tak boleh dibiarkan, karena merugikan masyarakat. Pimpinannya harus kita evaluasi kinerjanya. Ini baru satu persoalan, belum yang lainnya," tandas politisi PAN Tebo ini. (arm/rto)