Friday, October 10, 2014

YAMTO
Pimpinan Sanggar Dharma Muda Desa Perintis
TEBOONLINE.COM, RIMBOBUJANG - W.Yamto (74), yang biasa disapa dengan Mbah Yamto, warga Desa Perintis Kecamatan Rimbo Bujang, sosok lelaki tua tapi masih tampak energik dan diwajahnya terpancar semangat sebagai seorang seniman.

Terbukti, sejak tahun 1989 yang silam (Tansmigrasi_red)  Mbah W.Yamto sudah merintis berbagai kesenian daerah, hingga dapat dipertahankan sampai dengan sekarang ini.

Dengan penuh semangat saat itu, didirikannya perkumpulan kesenian daerah yang diberi nama Sanggar Dharma Muda, dengan sekretariatnya di jalan 18 poros Perintis, Kecamatan Rimbo Bujang.                      

Diketahui, Sanggar Dharma Muda, yang dipimpin oleh Mbah Yamto sejak puluhan tahun yang silam, tetap eksis hingga sekarang ini, bak pepatah Tak Lekang Dipanas Tak Lapuk Dihujan.

Kesenian yang tergabung dalam Sanggar Dharma Muda ini seperti Wayang Kulit (Ringgit Wacucal), Campur sari, Kuda Kepang (Kuda lumping), Tarian Jawa, Tarian Minang, Tarian Jambi dan Tarian daerah lainnya. Selain Tarian asli daerah, Sanggar Dharma Muda juga menciptakan Tarian variasi baru.

" Benar kendati saya sudah tua, jiwa seni saya masih melekat. Harapan saya, Sanggar Dharma Muda ini dapat terus menjadi wadah untuk melestarikan kesenian daerah oleh generasi muda mendatang," papar Mbah Yamto, yang notabene pensiunan Diknas dimasa Kabupaten Bungo Tebo, pada Teboonline.com, Jumat (10/10).                   

Lanjut Mbah Yamto, sembari menunjukkan berbagai piagam penghargaan yang diraihnya, baik yang didapatkan dari Pemerintah pusat, Propinsi maupun Kabupaten, terkait prestasi kesenian yang dipimpinnya dalam ajang berbagai pertunjukan kesenian.

" Ya, ini berbagai piagam penghargaan yang kita dapatkan dari pemerintah, baik dari Presiden RI, Mendikbud, dan lainnya. Sanggar Dharma Muda, akan mengikuti Festival Wayang Nusantara di Sawahlunto, Sumbar, pada tanggal 9 s/d 11 Oktober 2014," ujar Mbah Yamto.                           

Imbuh Mbah Yamto, diakuinya pihaknya sudah pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat, berupa uang tunai Rp 100 Juta, untuk membeli Gamelan kesenian jawa dan seragam kesenian.

Namun, Wayang kulit koleksi Sanggar Dharma Muda, saat ini sudah berusia tua dan usang. Pihaknya, masih terus merawat dan mempergunakan peralatan kesenian tersebut, pada saat  hajatan masyarakat, acara pemerintahan  seperti acara peringatan hari nasional.

"Harapan saya, Pemkab Tebo melalaui Dinas Instansi terkait, agar dapat memberikan pembinaan dan bantuan kepada Sanggar Dharma Muda, berupa satu set Wayang kulit. Dalam rangka melestarikan kesenian daerah, untuk kita jadikan penangkal kebudayaan asing yang tidak sesuai dengan budaya bangsa indonesia. Dengan melestarikan kebudayaan daerah untuk memperkaya khasanah kebudayaan nasional kita," pungkas Mbah Yamto. (asa)