Sunday, October 5, 2014

Warga saat meyampaikan keluhannya kepada Sekcam Tebo Ilir
‎​TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Warga Kelurahan Sungai Bengkal yang tergabung dalam KUD OGMI sebagai mitra perusahaan  perkebunan sawit PT Persada Alam Hijau (PAH) Kelurahan Sungai Bengkal Kecamatan Tebo Ilir, ancam akan melakukan aksi panen massal kelapa sawit di kebun milik PT PAH yang diklaim dalam milik anggota KUD OGMI. Acaman tersebut karena anggota KUD kesal atas ulah pihak perusahaan yang selalu ingkar janji.

Padahal, janji terakhir pihak perusahaan di pendopo rumah dinas Bupati Tebo pada Jum'at (16/5/2014) tiga bulan yang lalu, langsung diucapkan oleh Manejer PT PAH dihadapan Sukandar, Bupati Tebo, Aparat kepolisian, Dinas Perkebunan, Dinas Perindagkop, Muspika Kecamatan Tebo Ilir, pemerintah kelurahan Sungai Bengkal, pengurus dan perwakilan anggota KUD OGMI, hingga hari ini belum terealisasi.

Diketahui, pada waktu itu Arsyah, selaku Manajer Humas PT PAH secara aklamasi berjanji bahwa pihak perusahaan akan melakukan pekerjaan pematokan lahan kelompok tani yang tergabung dalam KUD OGMI, seluas 633,808 hektar.

Tidak itu saja, perusahaan juga berjanji akan melakukan pemetaan secara rinci masing-masing nama petani dimulai awal Juni hingga akhir Juni 2014, yang mana dalam perjanjian awal (MoU) antara PT PAH dan KUD OGMI diizinkan satu pihak KUD OGMI memberi kuasa penuh kepada pihak perusahaan PT PAH untuk menentukan penempatan lahan kelompok tani.

Hal itu disampaikan Baihaki, salah seorang anggota KUD OGMI saat menemui Sekcam Tebo Ilir bersama 10 orang perwakilan anggota KUD OGMI dari Kelompok Tani Air Panas, di Kantor Camat Tebo Ilir, kemarin.

"Jangankan pematokan dan pemetaan lahan secara rinci, berita acara pengukuran saja sampai saat ini belum ada. Padahal mereka (Pihak PT PAH,red) sudah berjanji dihadapan Bapak Bupati dan lainnya," kesal Baihaki.

Bukan itu saja, lanjut Baihaki, anggotanya ingin pihak perusahaan transparan soal hasil panen. "Kalau masalah uang talangan Rp 8 Ribu yang diterima masyarakat setiap bulan dengan alasan untuk bagi hasil belum mencukupi itu masih bisa kami terima, tapi kami juga ingin tahu berapa hasil panen lahan kami setiap bulannya. Sedangkan pantauan kami dilokasi lahan kelompok tani sudah lebih dari separuh yang sudah panen. Yang lebih anehnya lagi, ketika ditanya mengenai jumlah hasil panen, pihak perusahaan selalu beralasan menunggu izin dari menejemen pusat di Jakarta," kesalnya lagi.

Dihadapan Sekcam, Baihaki dan rombongan menyampaikan bahwa, berdasarkan kesepakatan seluruh anggota KUD OGMI, buat dalam waktu dekat akan melakukan aksi panen massal.

"Jika pihak perusahaan tetap ingkar janji, kita akan melakukan panen massal. Kan pihak perusahaan tahu jika pemilik lahan itu sebagian besar terdiri dari janda-janda tua dan orang tidak mampu yang memang membutuhkan hasil lahannya," kata  Baihaki lagi.

Ungkapan kekesalan Baihaki dan anggotanya langsung diterima oleh Sekcam. Dia (Sekam_red) berjanji secepatnya akan menanyakan hal itu kepada pihak perusahaan. 

"Aspirasi bapak-bapak akan saya sampaikan ke Pak camat, sekarang dia lagi ada urusan keluar kota. Nanti, secepatnya saya bersama pak Camat menyampaikan apa yang menjadi keluhan dan tuntutan bapak-bapak ke pihak perusahaan," ujar sekcam kepada perwakilan anggota KUD OGMI.

Menyinggung rencana akan melaksanakan aksi panen missal. "Saya mohon kepada masyarakat untuk sementara bersabar dan menahan diri. Setidaknya menjelang pak Camat datang," kata Sekcam lagi.

Terkait janji PT PAH pada Jum'at (16/5/2014) 3 bulan lalu, yang akan mengerjakan pematokan lahan serta  mempeta rincikan masing-masing nama kelompok tani, hingga saat ini belum dilaksanakan, Errafik Erfiany SP, Kabid Bina Usaha di Disbun Kabupaten Tebo, saat dikonfirmasi Teboonline.com via telepon, Sabtu (4/10) kemarin, mengatakan, bahwa ia kira permasalahannya sudah selesai.

"Saran saya sebaiknya masyarakat yang tergabung di KUD OGMI untuk menemui atau menyurati Bapak Bupati. Sampaikan kalau kesepakatan tersebut belum ada realisasinya sekalian minta arahan beliau. Nanti kami akan follow up kepihak perusahaan," pungkas Rafik menyarankan. (peta)