Monday, October 20, 2014

Berkarang, salah satu tradisi masyarakat
Sungai Bengkal
TEBOONLINE.COM, ​MUARATEBO - Berkarang atau menangkap Ikan bersama di Danau adalah salah satu tradisi yang dilakukan setiap tahunnya oleh warga Kelurahan Sungai Bengkal Kecamatan Tebo Ilir. Tradisi tersebut biasanya dilakukan disaat musim kemarau dan diikuti oleh ratusan warga, mulai dari anak-anak hingga orang tua.

Tradisi Berkarang tersebut ternyata adalah tradisi turun menurun yang dilakukan warga Kelurahan Sungai Bengkal. Tradisi tersebut sudah sepatutnya dipertahankan. Pasalnya, pada saat Berkarang tidak ada perbedaan antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya.

Namun yang paling utama adalah sebagai ungkapan rasa syukur atas rezeki yang diberikan oleh Tuhan. Hal itu diungkapkan oleh Sungkono salah seorang warga saat ditemui Teboonline.com, Senin (19/10).

" Minggu kemarin kita baru saja Bekarang di Danau Bedengseng dengan menggunakan peralatan menangkap ikan yang dibawa dari rumah masing masing,” ujar Sungkono.

Dijelaskannya, sebelum Berkarang, air danau terlebih dahulu diobok-obok hingga keruh. Pengobokan air tersebut dilakukan beramai-ramai hingga ikan yang berada di danau tersebut timbul dengan sendirinya, dengan begitu warga yang ikut Berkarang akan dengan mudah menangkap ikan.

“ Semakin banyak jumlah orang yang ikut bekarang semakin bagus, sebab airnya akan mudah atau cepat keruh,” ungkap Kono, panggilan Sungkono.

Sayangnya, menurut Kono, jumlah ikan yang ada disetiap Danau di Kelurahan Sungai Bengkal, setiap tahun semakin berkurang. Apa penyebabnya, dia mengaku tidak tahu.

Naldi, warga yang lainnya juga mengatakan hal yang sama. Menurutnya, bekarang merupakan tradisi yang tidak boleh ditinggalkan. Untuk menjaga tradisi itu adalah tugas kita semua dengan cara menjaga kelestarian Danau. Jangan sampai keberadaan Danau terganggu oleh tangan-tangan jahil yang tidak bertanggung jawab yang hanya mementingkan diri pribadi.

Menurut Naldi, salah satu cara yang menyebabkan populasi ikan di Danau bisa musnah dan berkurang adalah, pengambilan Ikan dengan cara penyentruman, racun ikan dan tindakan-tindakan lainnya.

“ Kalau itu sudah dilakukan, niscaya ikan yang berada di danau akan habis. Dengan begitu, bagaimana warga bisa Bekarang kalau ikannya sudah tidak ada,” ujarnya.

Untuk itu, Naldi berharap kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tebo melalui dinas terkait agar bisa memberi bantuan dengan menyebarkan benih bibit ikan yang ada di Kelurahan Sungai Bengkal.

Dengan tujuan, agar populasi ikan bisa bertambah. Selain itu, kata dia, Pemerintah harus berupaya untuk memberikan kesadaran kepada dan masyarakat akan mencintai lingkungan.

” Pemerintah juga harus melakukan penyuluhan dan sosialisasi hukum, sanksi apa yang dikenakan kepada oknum yang terbukti merusak lingkungan. Agar kelestarian danau bisa terjaga secara terus menerus,” tukasnya. (peta)