Penyakit Sapi Ngorok Ancam Kematian

TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Tebo sebagai sentra ternak terbesar ternyata rentan terhadap berbagai penyakit. Bahkan kasus kematian sapi kini mulai marak dan sedang mengancam, salah satunya adalah penyakit sapi ngorok. 

Data yang berhasil dirangkum Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Tebo menyebutkan ada 40 ekor ternak sapi setiap bulan terkena penyakit ngorok.

" Jika ini tidak segera ditindak lanjuti dikhawatirkan bisa mengakibatkan kematian," ungkap Joko Handoko, Kabid Keswan dan Kesmapet, Disnakkan, Tebo kepada Teboonline.com, Rabu (22/10).

Dikatakan Joko, rata-rata daerah yang rawan terkena penyakit sapi ngorok berada disepanjang aliran Batanghari. Setiap hari sedikitnya ada dua kasus penyakit Sapi ngorok yang ditemui disana.

" Penyakit ini (Ngorok_red) penyebarannya melalui Bakteri. Untuk menekan penyebaran penyakit pada Sapi ini petugas biasanya memberi suntikan vaksin berupa antibiotik," tuturnya meyakini.

Penyebab munculnya penyakit ngorok ini kata dia, sangat beragam. Mulai dari kebiasaan buruk pemilik hewan ternak hingga kurangnya kesadaran untuk memeriksakan ternak.

" Memang untuk penyembuhan total butuh biaya yang besar. Tapi itu lebih baik ketimbang harus menunggu Sapinya mati, tentu kerugian yang diterima juga lebih besar," sebutnya lagi.

Masih kata Joko, jika kasus kematian ternak dalam sebulan terjadi hingga 2 ekor tentunya ini mubazir sekali. Karena itu Joko menghimbau apabila menemukan gejala penyakit Sapi ngorok segera lapor ke petugas. Pihaknya bakal menindaklanjuti beragam kasus yang terjadi pada hewan ternak.

" Umumnya gejala awal yang sering dijumpai itu, terlihat pendiam dari biasanya. Kalau dikasih makan kurang berselera," ujarnya.

Terakhir Joko menambahkan, ada 40 petugas medis dan paramedis yang disebar diseluruh Kecamatan. Diantaranya, 4 orang petugas medis, 18 orang petugas paramedis dan dibantu oleh tenaga pelapor lainnya.

" Mereka ini ditugasi untuk memantau, memeriksa dan mengobati hewan ternak yang kedapatan terkena penyakit," tandasnya. (crew)

Related News