Mojok Di Kafe King, Pelajar SMA Di Rimbo Bujang Digrebek

TEBOONLINE.COM, RIMBOBUJANG – Dunia pendidikan di Kabupaten Tebo kembali tercoreng. Pasalnya, Selasa (28/10) sekitar pukul 10.10 WIB, 4 Anak Baru Gede (ABG) berpasangan diantaranya 3 orang berstatus pelajar disalah satu SMA di Kecamatan Rimbo Bujang, digrebek di Kafe King yang berlokasi dibelakang Masjid At Takwa jalan Pahlawan Kelurahan Wirotho Agung.

4 ABG tersebut adalah AN siswi Kelas 1 SMA, RD siswi Kelas 1 SMA yang masih satu sekolah dengan AN, RO siswa SMA di Kecamatan Rimbo Ulu Kelas 3 dan RI seorang Karyawan penjual Es di Pasar Sarinah. Diduga, mereka sedang mojok.

Aksi penggrebekan tersebut dilakukan oleh anggota Polsek Rimbo Bujang dan Trantibum Kantor Camat Rimbo Bujang. Awalnya, pihak Trantibum mendapatkan laporan dari warga yang mengatakan bahwa di Kafe King ada 4 ABG yang berstatus pelajar.

Mendapatkan laporan itu, Trantibum bekerja sama dengan pihak Kepolisian langsung melakukan penggrebekan ke Kafe King. Ternyata informasi tersebut benar, saat digrebek, ada 4 ABG yang diantaranya masih berstatus pelajar.

“ Ya benar, didalam Kafe King ada 3 orang pelajar dan 1 orang lagi seorang pekerja. Namun, saat kita grebek, mereka tidak sedang mesum, jadi mereka kita serahkan kepada pihak Trantibum untuk diproses. Kesalahan mereka ini, mereka kan seorang pelajar, pada jam belajar kedapatan sedang berada di tempat hiburan malam seperti ini,” terang Kanit Reskrim Polsek Rimbo Bujang, Haryanto yang memimpin penggrebekan tersebut.

Sementara, Kasi Trantibum Kantor Camat Rimbo Bujang, Bambang saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa tiga orang pelajar yang tertangkap tangan saat berada di Kafe, sudah dikembalikan kepada orang tuanya yang sebelumnya disidang di Kantor Lurah Wirotho Agung.

“ Orang tuanya sudah kita panggil dan kita lakukan pembinaan kepada mereka dengan membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi kembali,” tutur Bambang pada Teboonline.com, Selasa (28/10).

Bambang melanjutkan, kepada pemilik Kafe atau tempat hiburan dihimbau untuk menolak apabila ada pelajar yang bertandang. Karena, seorang pelajar terlebih lagi seorang perempuan, tidak lazimnya untuk datang ke tempat hiburan yang biasa untuk mangkal para PSK.

“ Yang kita takutkan nanti, pelajar itu menjadi korban pelecehan seksual di Kafe tersebut. Meskipun pelajar itu tidak berbuat apa – apa di Kafe tersebut,” pungkas Bambang. (crew/rto/santos)

Related News