LSM Perlahan Pantau Penyelidikan Kasus Bocornya Dana PNPM MP Rimbo Bujang

Barisan depan dari sebelah kiri Baju hitam pakai Kerudung, Eni Erawati Bendahara UPK PNPM MP
Kecamatan Rimbo Bujang dan barisan keempat dari kiri, Sardi Ketua UPK.
TEBOONLINE.COM, RIMBOBUJANG – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kabupaten Tebo Lembaga Swadaya Masyarakat Pemantau Korupsi dan Penyelamat Harta Negara (LSM Perlahan) berkomitmen akan memantau jalannya proses tindak lanjut terhadap bocornya dana Simpan Pinjam Perempuan (SPP) di PNPM MP Kecamatan Rimbo Bujang.

Kebocoran dana SPP yang terjadi di PNPM MP Kecamatan Rimbo Bujang sebesar Rp 771 Juta dimana kebocoran dana tersebut, sampai saat ini pihak PNPM MP Kecamatan Rimbo Bujang dalam hal ini pengurus UPK Artha Makmur sebagai pengelolanya, belum ada satu pun yang mempertanggung jawabkannya.

Sesuai keputusan rapat Musyawarah Antar Desa (MAD) khusus yang digelar pada hari Kamis (16/10) dengan dihadiri unsure PNPM MP Rimbo Bujang, Fasilitator Kabupaten (Faskab), BKAD, Badan Pengawas (BP) dan PJOK, memutuskan bahwa kasus bocornya dana SPP PNPM MP tersebut akan dibawa ke ranah hukum setelah tidak adanya titik temu dalam menyelesaikan kebocoran dana tersebut setelah beberapa kali dilakukan mediasi.

“ LSM Perlahan akan tetap memantau jalannya proses penyelidikan bocornya dana PNPM MP Rimbo Bujang, kita berharap dengan sikap Ketua BKAD PNPM MP Rimbo Bujang akan membawa kasus ini ke ranah hukum tidak hanya isapan jempol saja,” ujar Ketua DPD LSM Perlahan Kabupaten Tebo, Hartoyo Rifai kepada Teboonline.com, Kamis (17/10).

Lanjutnya, sudah kita ketahui bersama bahwa pihak terkait seperti Faskab dan PJOK sudah berulang kali melakukan mediasi kepada Bendahara PNPM MP Rimbo Bujang, Eni Erawati yang disebut sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas bocornya dana tersebut, namun upaya tersebut selalu gagal.

Sementara, Ketua BKAD dan BP telah menegaskan akan membawa kasus tersebut kepada pihak ketiga dalam hal ini Kepolisian. Namun, ada pula bahasa dari kedua Lembaga tertinggi pada PNPM MP Rimbo Bujang tersebut hanya sekedar akan berkonsultasi kepada Kepolisian dan Kejaksaan untuk mempertanyakan dana PNPM tersebut.

“ Ada yang kita ragukan dengan sikap BKAD dan BP, nampaknya mereka ini setengah – setengah akan membawa kasus bocornya dana PNPM MP Rimbo Bujang ke ranah hukum, makanya kasus ini kita pantau terus,” tandas Opay sapaan hariannya. (crew/rto)   

Related News