Kepala BPN Tebo Tersangka, Terkait Gratifikasi Proyek Sertifikat Prona Di Tebo Ulu

Kantor Badan Pertanahan Nasional
Kabupaten Tebo
TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Kasus dugaan korupsi yang terjadi di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Tebo, selama ini ditangani pihak Polres Tebo terkait laporan adanya pungutan yang dilakukan oleh sejumlah oknum dalam proses pembuatan sertifikat prona tahun 2010 di Desa Sungai Rambai Kecamatan Tebo Ulu akhirnya menemui titik terang.

Hasil penyelidikan pihak Sat Reskrim Polres Tebo, ditemukan bukti pungutan uang jutaan rupiah untuk penerbitan sertifikat yang dibebankan kepada warga desa Sungai Rambai. Pengembangan kasus dugaan korupsi pembuatan sertifikat prona itu sendiri akhirnya mengarah kepada Kepala BPN Tebo, Hasnadi.

Berdasarkan hasil penyelidikan Satreskrim Polres Tebo, Kepala BPN Tebo terbukti menerima sejumlah uang untuk pembuatan sertifikat prona tersebut. Atas dasar itu, pada tanggal 15 Oktober 2014, Polres Tebo menetapkan Kepala BPN Tebo sebagai tersangka kasus pembuatan sertifikat prona di Desa Sungai Rambai tahun 2010.

Selain Kepala BPN, Polres Tebo juga menetapkan Kades Sungai Rambai , Siswanto dan dua warga desa lainnya yakni Warimin serta Sunarto sebagai tersangka.

Kapolres Tebo melalui Kasat Reskrim Polres Tebo, AKP. Ridwan Hutagaol mengatakan, tersangka disangkakan pasal 11 Jo pasal 12 huruf B, E, dan G UU RI nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU RI tahun 2001 tentang pemberantasan korupsi. Ke empat tersangka terbukti  menerima gratifikasi dalam pengurusan sertifikat prona.

“ Berdasarkan bukti-bukti dan keterangan saksi, maka kepala BPN Tebo bersama Kades dan dua warga desa Sungai Rambai kita tetapkan sebagai tersangka kasus korupsi pembuatan sertifikat prona tahun 2010,” jelas Kasat kepada Teboonline.com.

Lanjutnya, dari hasil penyelidikan kemarin, pungutan yang dilakukan tersangka kepada para warga yakni berfariasi antara Rp 2 Juta hingga Rp 3 juta yang dibuktikan dengan adanya tanda terima antara warga dengan penerima uang dalam bentuk kwitansi.

Ia menambahkan, pihaknya saat ini masih terus melengkapi penyidikan untuk proses lebih lanjut. (crew)

Related News