Kepala BPN Tebo Kaget Ditetapkan Jadi Tersangka. Hasnadi :Tidak ada konfirmasi atas penetapan saya menjadi tersangka, saya mengetahui itu semua melalui Media

Kantor Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Tebo
TEBOONLINE.COM, MUARATEBO – Penetapan status tersangka oleh Kepala Satuan Reskrim Polres Tebo, membuat Kepala BPN Tebo, Hasnadi kaget. Pasalnya dengan penetapan tersebut, pihak berwajib tidak pernah memanggil Hasnadi untuk diminta keterangan sebelumnya.

“ Saya baru tahu kalau saya tersangka setelah baca koran. Sebelumnya tidak pernah diminta keterangan atau konfirmasi dari Kasat,” ungkap Hasnadi, kepada wartawan via sambungan telefon Kamis (16/10/2014), saat sedang dinas di Jambi.

Menurut Hasnadi lagi, penerbitan sertifikat itu sudah diselesaikan sejak lama, sekitar tahun 2010. Saat itu dia masih menjabat sebagai Kepala Seksi (Kasi) ukur di kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Tebo.

“ Yang saya sayangkan kenapa baru dipersoalkan sekarang,” imbuh Hasnadi, yang juga mengatakan baru akan masuk di Kantor Senin (20/10).

Sementara tersangka lainnya, yang disebut sebagai pelaksana perkara, Kepala Desa Sungai Rambai, Siswanto dikonfirmasi terpisah, mengakui adanya pungutan yang dilakukan dalam untuk penerbitan sertifikat.

Diakui oleh Siswanto, pada tahun 2010 ada program pembuatan sertifikat secara kolektif sebanyak 32 sertifikat.

“ Tapi saat itu kami tidak tahu pembuatan sertifikat itu prona atau apa,” ungkap Siswanto.

Terkait dengan biaya yang timbul, menurut Siswanto lagi, bukan pihak desa yang menetapkan.

“Biaya itu yang minta pihak BPN, katanya Rp 3,5 juta. Uang itu dibayarkan ke BPN, kami hanya diberi Rp 300 ribu persertifikat,” ungkap Siswanto. (crew)

Related News