Kebakaran Di Area PT AHL Berhasil Dipadamkan

Ilustrasi
TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Tim pengendalian kebakaran PT Arangan Hutani Lestari (AHL) bekerjasama dengan Kepolisian Manggala Agni dari BKSDA Jambi, berhasil mengendalikan kobaran api di area IUPHHK-HTI PT AHL.

Hingga berita ini dirilis, tim pengendalian kebakaran masih tetap siaga untuk antisipasi sisa bara api dan asap di area perkebunan. PT AHL juga telah menyampaikan laporan resmi ke intansi terkait perihal terjadinya peristiwa kebakaran itu, dan bersama-sama masyarakat serta tim ahli terus berupaya untuk antisipasi terjadinya kembali kebakaran.

Rendra Hertiadhi, Direktur Utama PT AHL kepada Teboonline.com mengatakan, ada sekitar 250 Ha lahan yang terbakar. Sebagian besar lahan yang terbakar berisi tanaman karet milik masyarakat yang belum maupun sudah menjadi mitra perusahaan. Estimasi kerugian belum bisa dikalkulasikan karena lokasi belum aman untuk dimasuki.

"Alhamdulillah, kebakaran di area PT AHL bisa dikendalikan berkat kesigapan tim pengendalian kebakaran perusahaan dan bekerjasama dengan tim Manggala Agni. Meskipun saat ini api sudah terkendali, namun kami tetap terus siaga untuk antisipasi agar sisa bara api tidak menyuluh kembali," ungkap Rendra Hertiadhi.

Untuk diketahui, kata Rendra, api pertama kali terdeteksi pada hari Senin (6/10), saat patroli pengamanan hutan milik perusahaan menemukan adanya titik api (Hot Spot_red) dalam wilayah kerjanya, pada kordinat 01” 03’35.1 LS 101” 55’49.0 BT dan 01“ 03 ' 45.5 LS 101“ 55 ' 00.4 BT.

Berdasarkan analisa awal titik api berasal dari lahan masyarakat yang belum menjadi mitra perusahaan yang membuka lahan dengan cara membakar dengan luasa sekitar 20 Ha.

"Melalui program kemitraan, kami senantiasa menghimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar," jelas Rendra. Dia juga mengatakan, sesuai prosedur standar perusahaan, tim pengendalian kebakaran hutan PT AHL langsung diterjunkan untuk mengendalikan kebakaran yang terjadi.

Keesoknya, Selasa (7/10), tim pengendalian kebakaran hutan menemukan bahwa titik api kembali terjadi pada wilayah lahan yang sama, yang diperkirakan disebabkan oleh adanya sisa bara api yang tertiup angin. Pada hari tersebut tiupan angin cukup kencang sehingga api cepat menyebar luas dan mengakibatkan sekitar 250 Ha lahan terbakar.

Untuk segera dapat manangani situasi, PT AHL berkordinasi dengan tim pengendalian kebakaran hutan Manggala Agni dari BKSDA Jambi, untuk membantu mengendalikan kebakaran. "Tim kepolisian juga diturunkan untuk membantu mengendalikan kebakaran. Sehingga upaya pemadaman bisa dilakukan dengan lebih efektif oleh tim gabungan yang terbentuk. Dan Alhamdulillah api bisa dikendalikan," tukasnya.

Jefri, Kepala Daerah Oprasi (Kadaop) Maggala Agni Tebo saat di konfirmasi Teboonline.com membenarkan, jika telah terjadi kebakaran lahan di wilalayah area PT AHL. Dia juga mengaku saat ini kobaran api sudah berhasil dikendalikan.

"Sekitar 15 orang anggota kita dengan segala perlengkapan telah melakukan pemadaman api dilokasi," ujar Jefri yang mengatakan lokasi kebakaran berada di Desa Pucuk Jambi dan Desa Kuamang Kecamatan VII Koto, dimana luasan yang terbakar lebih dari 200 Ha.

Menurut Jefri, dilihat dari kondisinya kebakaran lahan yang terjadi bukan disengaja. Pasalnya, area yang terbakar adalah kebun karet milik warga Desa Pucuk Jambi dan Desa Kuamang yang telah bermitra dengan PT AHL. "Pohon karetnya sudah produksi, jadi besar kemungkinan tidak mungkin sengaja dibakar," tuntasnya.

Diketahui, Selasa (7/12) telah terjadi kebakaran lahan di area IUPHHK-HTI PT Arangan Hutani Lestani (AHL) di Kecamatan VII Koto. Data data yang dihimpun Polres Tebo, kebakaran terjadi di dua lokasi, yaitu di Desa Kuamang Kecamatan VII Koto, tepatnya S= 01” 03’35.1 (Selatan) E= 101” 55’40.0 (Timur), serta di Desa Tanjung kecamatan VII Koto, tepatnya S = 01“ 03 ' 45. 5 (Selatan) E = 101“ 55 ' 00. 4 (Timur).

“Lahan yang terbakar berupa kebun karet milik perusahaan dan warga dengan luasnya mencapai kurang lebih 200 hektar,” terang Kasat Reskrim Polres Tebo, AKP Ridwan Hutagaol, beberapa waktu yang lalu. (peta)

Related News