Kasus Sertifikat Prona BPN Tebo Masuk Tahap 2

Jaksa saat memeriksa barang bukti dan tersangka
pembuatan Sertifikat Prona BPN Tebo tahun 2010
TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Kasus korupsi pembuatan sertifikat Prona tahun 2010 di Desa Sungai Rambai Kecamatan Tebo Ulu, Selasa (28/10), sudah masuk tahap dua oleh Kejaksaan Negeri Muara Tebo. 

Hal itu diungkapkan oleh Kapolres Tebo melalui Kanit Tipikor Polres Tebo, IPDA Toni Hidayat SE, saat mengantar berkas dan tersangka ke kantor Kejari Tebo.

Dikatakannya, proses pemberkasan kasus tersebut sudah dilengkapi berdasarkan petunjuk pihak Kejaksaan dan akhirnya naik tahap 2 (P-21). “Sudah tahap dua, semua pemberkasan sesuai petunjuk pada tahap 1 kemarin sudah kita lengkapi,” jelas Kanit.

Lanjutnya, pihak Polres juga sudah melimpahkan 3 orang tersangka kasus tersebut beserta barang bukti ke pihak Kejaksaan pada kasus tindak Pidana Pemerasan. 

“Ada 3 TSK yang akhirnya kita serahkan yakni Siswanto Kades Sungai Rambai, Waringin pensiunan PNS dan Sunarto ketua RT, dan alat bukti berupa uang sejumlan Rp 19,4 Juta serta berkas lainnya,” beber Kasat.

Dijelaskan Kanit, sebenarnya ada 32 Kepala Keluarga (KK) atau 32 sertifikat yang diterbitkan oleh pihak BPN Tebo. Dari 32 sertifikat tersebut, masing-masing dikenakan biaya sebesar Rp 3,5 juta.  

Saat disinggung Teboonline.com terkait keterlibatan Hasnadi Kepala BPN Tebo, Kanit mengatakan bahwa kasusnya sedang dalam melengkapi berkas. “Kita masih melengkapi berkasnya. Nanti kalau sudah lengkap akan kita limpahkan ke Kejari,” tukasnya.

Hal itu dibenarkan oleh Beny Siswanto, Kasi Pidsus Kejari Tebo. “Iya hari ini kita menerima tersangka dan BB dari Polres Tebo, ” kata Beny.

Hingga  berita ini diterbitkan, Pihak Kejari Tebo tengah memeriksa tersangka dan barang bukti.

Diketahui, Rabu (15/10) lalu Polres Tebo menetapkan Hasnadi Kepala BPN Tebo sebagai tersangka kasus pembuatan sertifikat Prona tahun 2010, di Desa Sungai Rambai Kecamatan Tebo Ulu.

Hasnadi diduga menerima gratifikasi dalam pengurusan Prona dan akan disangkal pasal 11 Jo pasal 12 huruf b, e, dan g UU RI nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU RI tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi (Tipikor).

Sebelumnya, telah lebih dahulu ditetapkan 3 tersangka lain yaitu Warimin bin Sokarmo, Siswanto bin Muhamad (Kades Sungai Rambai), dan Sunarto bin Karsodiharjo. (crew)


Related News