Guru Madrasah Kabupaten Tebo Diminta Pilih Cagub Yang Loyal Terhadap Dunia Pendidikan

AMIRUDIN S.Ag
Ketua FMPPM Kabupaten Tebo
TEBOONLINE.COM, RIMBOBUJANG – Pemilihan Calon Gubernur Jambi yang direncanakan bakal digelar pada tahun 2015 mendatang, sudah diramaikan dengan nama – nama yang bakal menjadi kandidat, baik itu dari kalangan Politik, Birokrat maupun dari pengusaha.

Untuk itu, Ketua Forum Masyarakat Peduli Pendidikan Madrasah (FMPPM) Kabupaten Tebo, Amirudin, meminta kepada Guru Madrasah yang ada di Kabupaten Tebo yang nota bene adalah anggota FMPPM, untuk memilih Calon Gubernur yang nantinya loyal terhadap dunia pendidikan khususnya Madrasah di Kabupaten Tebo.

“ Pada Pilgub Jambi 2015 nanti, saya menghimbau kepada seluruh Guru Madrasah yang ada di Kabupaten Tebo untuk memilih calon Gubernur Jambi yang memiliki jiwa loyal dan perhatian terhadap dunia pendidikan khususnya Madrasah,” terang Amirudin kepada Teboonline.com saat berada di Sekretariat FMPPM Kabupaten Tebo, jalan 29 desa Perintis Kecamatan Rimbo Bujang, Selasa (21/10).

Jadi lanjutnya, pumpung saat ini masih jauh dari pelaksanaan Pemilihan Gubernur Jambi 2015, kita semua masih punya banyak waktu untuk mempelajari dan melihat sosok profil kandidat Gubernur Jambi yang selain loyal terhadap Madrasah, juga mampu menjadi seorang pemimpin dengan latar belakang agama yang kuat.

Amirudin tidak memungkiri bahwa, Guru Madrasah yang terdiri dari Guru Raudathul Atfal (TK_red) sampai Madrasah Aliyah (SMA_red) se Kabupaten Tebo yang nota bene adalah anggota FMPPM, sebagian adalah berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan tenaga honorer.

Namun, dirinya selaku Ketua FMPPM Kabupaten Tebo sebatas mengajak dan menghimbau agar pada Pilgub Jambi 2015 nanti untuk memilih salah satu Calon yang memiliki loyalitas yang dimaksud tersebut dan mengingatkan agar seluruh Guru Madrasah jangan ada yang sampai terlibat dalam berpolitik praktis.

“ Saya selaku Ketua FMPPM Kabupaten Tebo hanya sebatas memberi pandangan tentang bagaimana seorang Calon Gubernur yang layak untuk dipilih dan mengingatkan agar Guru Madrasah tidak diperbolehkan untuk ikut berpolitik praktis pada Pilgub nanti, karena itu sangat bertentangan dengan Peraturan Pemerintah,” tandas Amirudin, Kepala MTS Darurrahman desa Perintis ini. (crew)

Related News