Gunakan Stempel MUI, Oknum Ketua RT Jalan Sultan Thaha Nekat Jadi Petugas Nikah Siri

M NOOR IHSAN
Ketua RT 03 Jalan Sultan Thaha, Wirotho Agung
TEBOONLINE.COM, RIMBOBUJANG – Oknum Ketua RT di Jalan Sultan Thaha Kelurahan Wirotho Agung Kecamatan Rimbo Bujang yakni M Noor Ihsan, nekat telah memalsukan dan menggunakan Stempel Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk menikahkan orang.

Hal itu terungkap atas laporan warga ke Kantor Lurah Wirotho Agung, yang pada akhirnya, oknum Ketua RT 03 jalan Sultan Thaha tersebut disidang oleh pihak Kantor Urusan Agama Kecamatan Rimbo Bujang.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Koran ini dilapangan menyebutkan, Ketua RT tersebut diketahui sering menikahkan orang. Namun, nikahnya secara Siri dan tidak tercatat pada petugas Pencatat Nikah di KUA.

Kemudian, setiap pasangan pengantin yang menikah Siri dengan oknum Ketua RT 03 jalan Sultan Thaha tersebut, mereka (Pengantin_red) diberikan sebuah surat pernyataan nikah dimana oknum Ketua RT tersebut sebagai Wali nikah dan petugas nikah serta membubuhkan tanda tangan, Cap Stempel atas nama MUI dan Pembantu Pegawai Pencatat Nikah.

Bahkan, dalam menjalankan aksinya itu, Ketua RT juga melibatkan oknum Ketua RW bernama Iman Suroto sebagai saksi. Dalam menikahkan Siri tersebut, oknum Ketua RT mematok harga berkisar Rp 1 Juta hingga Rp 2 Juta, salah satu korbannya adalah warga Suku Anak Dalam (SAD) dengan warga desa Tegal Arum Rimbo Bujang dan pasangan Pengantin warga Rimbo Ulu yang menikah pada tanggal 26 Agustus 2014 serta warga Rimbo Bujang tanggal 16 Februari 2013.

Ketua RT 03 jalan Sultan Thaha, M Noor Ihsan saat dikonfirmasi terkait hal itu membenarkan bahwa dirinya pernah menikahkan pasangan pengantin secara Siri dan menggunakan Stempel MUI dan pembantu pencatat nikah. Namun, itu dilakukan karena dirinya merasa sebagai Da’i dari MUI pusat.

“ Saya menikahkan pengantin karena saya sebagai Da’i dari MUI pusat, tapi setelah saya dipanggil pihak KUA dan dilarang untuk menggunakan Stempel MUI, karena itu saya tidak pakai lagi,” ujar M Noor Ihsan saat dikonfirmasi, Selasa (7/10).

Sementara, Kepala KUA Rimbo Bujang dikonfirmasi melalui stafnya, Zulfadli menyatakan bahwa pihak KUA Rimbo Bujang telah memanggil Ketua RT 03 jalan Sultan Thaha, M Noor Ihsan karena telah menggunakan stempel MUI untuk menikahkan pengantin.

“ Kita sudah panggil M Noor Ihsan Ketua RT 03 jalan Sultan Thaha, pekerjaan dia (Ketua RT_red) salah karena dia bukanlah petugas pencatat nikah, telah berani menikahkan pasangan pengantin yang bukan haknya menjadi Wali,” ujar Zulfadli.

Dia juga mengaku telah melaporkan dan mengirimkan surat pernyataan nikah salah satu pasangan pengantin yang dinikahkan secara Siri oleh Ketua RT tersebut kepada MUI Kecamatan Rimbo Bujang.

“KUA akan koordinasi lagi dengan MUI untuk mengambil langkah selanjutnya, yang jelas nanti akan kita panggil lagi Ketua RT jalan Sultan Thaha untuk diminta membuat pernyataan,” tegas Fadli. (crew)

Related News