Gali PAD, Tegal Arum Buat Perdes

TEBOONLINE.COM, RIMBOBUJANG - Tanah Kas Desa (TKD), milik Desa Tegal Arum Kecamatan Rimbo Bujang seluas 37,5 Ha selama ini dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk perkebunan Karet dan Sawit. Selain itu, ada juga yang digunakan untuk tempat tinggal atau usaha berjualan warga.

Namun, warga yang selama ini memanfaatkan TKD tersebut selama ini tidak memberikan kontribusi kepada Desa. Namun, tercatat hanya ada satu orang warga yang menggarap tanah TKD selama ini memberikan kontribusi kepada Desa Tegal Arum.                

Oleh karena itu, untuk kemajuan pembangunan desa Tegal Arum dalam rangka mendongkrak Pendapatan Asli Desa (PAD), Kades dan perangkatnya, BPD serta elemen masyarakat Tegal Arum menggelar musyawarah (16/10), bertempat di Kantor Desa Tegal Arum.

Dalam musyawarah tersebut, dibahas tentang Rancangan Peraturan Desa (Perdes) tahun 2014, yang nantinya apabila Perdes tersebut disahkan, akan menjadi acuan dan panduan kinerja Pemerintahan Desa Tegal Arum.

" Benar, kami sudah melaksanakan musyawarah bersama pihak terkait, membahas Perdes tahun 2014," ungkap Dasam, Ketua BPD Tegal Arum pada koran ini, Minggu  (19/10).                       

Dikatakannya, Rancangan Perdes yang dibahas diantaranya memuat tentang peraturan penggarap atau yang memaanfaatkan Tanah Desa untuk perkebunan karet atau sawit, dan yang memanfaatkan Tanah Desa untuk tempat tinggal atau tempat usaha berjualan, serta peraturan lainnya.   

" Dalam musyawarah pembahasan Rancangan Perdes, turut hadir warga yang memanfaatkan tanah TKD. Pada prinsipnya, mereka yang memanfaatkan tanah TKD tersebut sangat setuju dan mendukung lahirnya Perdes Tegal Arum tahun 2014," jelas Dasam pada Teboonline.com.             

Kades Tegal Arum, Rohmat, dikonfirmasi membenarkan bahwa pihaknya beserta elemen masyarakat, sudah bermusyawarah membahas dan membuat Draf Rancangan Perdes tahun 2014.

Namun, diakuinya bahwa Rancangan Perdes tersebut sebelum disahkan menjadi Peraturan Desa dan diundangkan, tentunya harus disosialisasikan terlebih dahulu ke tengah- tengah masyarakat.             

" Sebelum Perdes disahkan dan diundangkan perlu disosialisasikan dulu ke masyarakat, dalam kurun waktu lamanya dua bulan ke depan. Untuk itu, kita berharap seluruh elemen masyarakat dapat mendukung Perdes tersebut, dalam rangka untuk pondasi dan payung hukum kinerja Pemerintahan Desa Tegal Arum kedepan," tandas Kades Rohmat.              

Sementara, anggota DPRD Kabupaten Tebo, Anami Akbar mengatakan, Perdes yang dibutuhkan oleh Desa yang didukung dan disahkan oleh Lembaga berkompeten dalam hal ini BPD  sebenarnya boleh saja, sepanjang Perdes itu tidak bertentangan dengan PP, Kepmendagri, Perbup  dan Perda Kabupaten Tebo yang ada. 

Pada intinya, Perdes tersebut berorientasi untuk kemajuan Desa. " Kalau Perda itu utuk mendukung kemajuan pembangunan Desa, itu kan tujuannya baik, terlebih Perda itu di sahkan BPD dan disetujui masyarakat," terang Anami  Akbar, anggota DPRD Tebo  dari fraksi Gerindra. (asa)  

Related News