FMPPM Tebo Dukung Pengambilan Sampel Darah PSK

AMIRUDIN S.Ag
Ketua FMPPM Kabupaten Tebo
TEBOONLINE.COM, RIMBOBUJANG - Forum Masyarakat Peduli Pendidikan Madrasah (FMPPM) Kabupaten Tebo, sangat setuju dan mendukung sepenuhnya kepada pihak Dinas Kesehatan (Dinkes), dalam hal ini Puskesmas Kecamatan Rimbo Bujang II.

Pasalnya, pihak Puskesmas telah menggelar sosialisasi tentang HIV/AIDS dan melakukan pengambilan sampel darah serta memberikan injeksi atau suntikan anti biotik, kepada para Pekerja Seks Komersial (PSK) di beberapa Kafe atau tempat hiburan malam yang ada di Rimbo Bujang baru - baru ini.                           

Sosialisasi dan pengambilan sampel darah terhadap para PSK oleh pihak Dinas kesehatan dam rangka mengatisipasi dan mengidentifikasi, apakah pemilik darah tersebut, ada terjangkit virus HIV/AIDS.

Karena,  menurut informasi PSK eks Pucuk atau Payosigadung Jambi sudah ada positif terjangkit Virus HIV/AIDS, yang dikhawatirkan mengkontaminasi ke wilayah Kabupaten Tebo.

" Kita sangat setuju dan mendukung sepenuhnya upaya yang dilakukan oleh Dinkes Tebo dengan menggelar sosialisasi dan pengambilan sampel darah terhadap PSK," Papar Amirudin, Ketua FMPPM Kabupaten Tebo pada Teboonline.com, Kamis (30/10).              

Dikatakannya, menjamurnya warung remang - remang (Warem) di Rimbo Bujang, sangat berpotensi menularnya Virus atau AIDS yang ditularkan melalui PSK dan Hidung belang (Lelaki pemuas nafsu_red). Diketahui, penyakit HIV/IDS yang merupakan penyakit yang paling menakutkan dan mematikan bagi si penderitanya.

" Saya menghimbau kepada semua elemen masyarakat, agar ikut peduli terhadap penyakit HIV/AIDS, dengan memberikan sosialisasi kepada generasi muda atau masyarakat pada forum kesempatan yang ada dimasyarakat, terkait bahayanya penyakit tersebut," ujar Amiruddin, yang notabene Ketua MTS Darur Rahman Rimbo Bujang.                               

Hal senada, disampaikan oleh Mahmudi Tokoh masyarakat Rimbo Bujang, pihaknya berharap agar para pemilik usaha Warem dan PSK nya, menyambut positif pelayanan kesehatan yang diberikan oleh pihak Dinas Kesehatan atau pihak Puskesmas dan instansi terkait. 

" Kita minta, supaya pemilik Warem dan penghuninya, menerima kedatangan petugas kesehatan untuk melakukan pengecekkan kesehatan, tidak harus para PSK sembunyi atau melarikan diri," tandas mahmudi, yang notabene mantan anggota DPRD Tebo. (asa)             

Related News