Monday, October 13, 2014

Kabut asap tebal yang terjadi di Kabupaten Tebo. Kondisi ini
mengancam para pelajar terserang penyakit pernafasan
TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Dilihat dari kondisi kabut asap yang menyelimuti wilayah Kabupaten Tebo yang kian hari semakin tebal, membuat Dinas Dikbudpora Kabupaten Tebo terus mengambil langkah untuk antisipasi agar tidak berdampak terhadap kesehatan pelajar, terutama siswa PAUD, TK dan SD.

Setelah melayangkan himbauan kepada seluruh sekolah agar mengurangi aktifitas diluar kelas, Selasa (14/10), Dinas Dikbudpora Tebo mengumpulkan seluruh kepala UPTD Pendidikan se Kabupaten Tebo, di Aula kantor Dinas Dikbudpora Tebo, untuk mengetahui kondisi kondisi kabut asap dimasing-masing kecamatan.

"Kita akan menanyakan ke setiap UPTD, seperti apa kondisi kabut asap dimasing-masing wilayah kecamatannya. Jika kondisinya sudah sangat membahayakan, terpaksa kita intruksi agar siswa diliburkan," ujar Dumyati Kabid Dikdas Dinas Dikbudpora Tebo, sewaktu dikonfirmasi Teboonline.com di kantornya, Senin (13/10).

Namun, kata Dumyati, jika pun kondisi kabut asap sudah sangat membahayakan siswa, tidak semua siswa akan diliburkan. “Mungkin yang akan diliburkan hanya siswa PAUD, TK dan SD untuk kelas 1, 2 dan 3. Selain itu tetap sekolah seperti biasa. Hanya untuk kegiatan diluar sekolah saja yang dikurangi, dan itu sudah kita sampaikan kepada seluruh sekolah yang ada,” tuturnya.

Diakui Dumyati, ada keraguan pihaknya dalam mengambil kebijakan untuk meliburkan siswa. “Tujuan kita meliburkan siswa untuk menjaga kesehatannya agar tidak terkena dampak dari kabut asap. Tapi yang kita khawatirkan, jika diliburkan justru memberi kesempatan para siswa bermain diluar rumah. Jadi kebijakan yang kita ambil tidak tepat. Makanya kita kumpulkan dulu semua UPTD dan menanyakan seperti apa kondisi realnya. Baru kita bisa mengambil kebijakan apakan akan diliburkan atau tetap sekolah,” katanya lagi.

Ketika disinggung terkait himbauan kepada seluruh sekolah agar mengurangi kegiatan diluar kelas, namun kenyataannya tampak masih ada sekolah yang tetap melakukan kegiatan diluar kelas.

“Kita tidak punya wewenang untuk memberi sanksi kepada sekolah. Kita hanya menghimbau agar mereka (Sekolah_red) mengurangi kegiatan diluar kelas untuk menghidari dampak dari kabut asap,” jelasnya.

Meski demikian, Dumyati menghimbau kembali kepada seluruh sekolah agar mengurangi kegiatan siswa diluar kelas. “Alangkah baiknya jika pelajaran diluar kelas dialaihkan ke dalam kelas. Seperti pelajaran atau praktek olahraga. Kan pihak sekolah bisa menggantikannya dengan belajar materi saja di dalam kelas,” tuntasnya.

Untuk diketahui, kondisi pekatnya kabut asap yang menyelimuti wilayah Kabupaten Tebo dan sekitarnya, membuat banyak orang tua siswa terutama siswa SD, TK dan PAUD merasa khawatir. Mereka (orang tua,red) merasa was-was dan cemas, asap yang tebal akan mengganggu kondisi kesehatan anak-anak mereka.

“Lebih baik sekolah diliburkan saja. Jika anak kita sakit, siapa yang mau bertanggungjawab. Kita juga sebagai orang tua yang dibuat repot,” kata salah satu orang tua siswa beberapa hari yang lalu. (peta)