Diduga, Pekerjaan Jalan Usaha Tani Di Sungai Bengkal Tidak Sesuai Bestek

Salah seorang pekerja tengah mengawasi material Sirtu untuk
pembangunan jalan usaha tani di Sungai Bengkal
 
TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Pekerjaan pembangunan jalan usaha tani (JTU) di Dusun Tanjung Sari Kelurahan Sungai Bengkal Kecamatan Tebo Ilir, yang menggunakan dana APBD Tebo tahun 2014 senilai Rp 200 juta, yang dikerjakan oleh PT Monica Kontruksi, disinyalir tidak sesuai Besaran Tekhnik (Bestek). Hal ini diungkapkan oleh Arman, warga di Kecamatan Tebo Ilir, Kamis (2/10).

Dijelaskan Arman, dari pengamatan timnya dilokasi, volume tanah untuk campuran batu koral lebih dari 20 persen. Sementara, dalam aturan seharusnya tanah untuk campuran batu koral tidak boleh lebih dari 20 persen, agar batu yang digunakan untuk pengerasan jalan tersebut bisa lengket dan padat.

Menurut Arman, banyaknya campuran tanah pada batu koral yang digunakan untuk pengerasan jalan, akan berdampak dari kualitas dan ketahanan jalan tersbeut. 

“Jalan akan cepat rusak dan bonyok karena campurannya tidak sesuai. Jika campurannya sesuai, jalan bisa tahan sampai 2 tahun. Tapi dengan kondisi sekarang, kemungkinan besar jalan bisa bertahan hanya beberapa bulan saja, apalagi pada musim hujan nanti, jalan cepat hancur dan masyarakat juga yang dirugikan,” tukas Aman.

Hal yang sama juga dikatakan Fazri, warga sekitar. Dia mengaku sebagai masyarakat awam tidak tahu aturan campuran material untuk pekerjaan pengerasan jalan. Namun, kata dia, dilihat dari campuran batu dan tanah yang digunakan untuk pengerasan jalan jumlahnya sama banyaknya, dipastikan badan jalan nantinya sulit untuk menahan air. 

“Nantinya, diguyur hujan saja jalannya sudah rusak. Kita juga sebagai warga disini tidak bisa menikmati jalan bagus,” tuturnya.

Untuk itu, Fazri berharap kepada kontraktor pekerjaan jalan tersebut agar benar-benar mengerjakan pengerasan jalan sesuai aturan. Begitu juga dengan pengawas proyek agar benar-benar melakukan pengawasan. Pasalnya, jalan tersebut satu-satunya akses menuju sawah masyarakat yang digunakan untuk mengeluarkan hasil pertanian.

" Setelah ini entah kapan lagi ada bantuan perbaikan jalan. Untuk itu, saya minta agar dikerjakan benar-benar sesuai aturan,” tukasnya. (peta)


Related News