Asset Mantan Bendahara PNPM MP Rimbo Bujang Disita

Pengurus PNPM MP Kecamatan Rimbo Bujang
TEBOONLINE.COM, RIMBOBUJANG – Sejumlah barang berharga yang merupakan asset pribadi milik mantan Bendahara PNPM MP Kecamatan Rimbo Bujang yakni Eni Herawati, disita oleh PNPM MP Kecamatan Rimbo Bujang. 

Asset tersebut berupa Kebun Karet seluas kurang lebih 2 Hektar, Pekarangan rumah dibeberapa tempat dan Satu unit Kios yang terletak disamping Terminal Rimbo Bujang.

Penyitaan asset pribadi milik Eni Herawati tersebut merupakan salah satu lanjutan dari tindak lanjut pihak PNPM MP Rimbo Bujang itu sendiri dalam rangka proses tindak lanjut adanya dugaan penyelewengan dana SPP PNPM MP Kecamatan Rimbo Bujang senilai Rp 771 Juta yang dilakukan oleh Eni Herawati selaku bendahara saat itu.

Selain itu, Sardi sebagai Ketua UPK dan Barokah sebagai Sekretaris UPK, juga dimintai pertanggung jawaban untuk membantu Eni Herawati dalam mengembalikan dana SPP yang diduga telah diselewengkan tersebut. 

Diketahui, dua orang tersebut (Sardi dan Barokah_red) memberikan uang sebesar Rp 15 Juta kepada PNPM MP. Disatu sisi, kedua orang tersebut menyatakan tidak pernah turut memakai uang yang diselewengkan tersebut.

Sementara, selama proses investigasi yang didalamnya ada Faskab, PJOK, BKAD dan pihak Kecamatan untuk mengungkap siapa pelaku penyelewengan dana SPP yang sebenarnya, Eni Herawati hanya mengakui menggunakan dana tersebut hanya Rp 100 Juta dari Rp 771 Juta dan tinggalah Rp 661 Juta yang masih tanda tanya.

Namun, meskipun pengakuannya seperti itu, Eni Herawati tetap dituding sebagai orang yang paling bertanggung jawab dan akhirnya, beberapa asset berharganya disita. Asset tersebut, diberikan kepada PNPM MP oleh Eni Herawati sebagai pengganti dana yang diduga telah diselewengkan tersebut dan agar kasus tersebut tidak sampai ke ranah hukum.

“ Aset pribadi milik Eni Herawati itu bukan disita, bukan itu basahanya. Yang benar, asetnya itu diberikan kepada PNPM MP Rimbo Bujang dan besok Senin (Hari ini_red) dilakukan ferifikasi untuk mengecek asset – asset tersebut untuk mengetahui nilai dari asset itu apakah cukup atau tidak untuk menggantikan dana senilai Rp 661 Juta,” ujar Sularno, 

Pjs Ketua UPK Artha Makmur, yang menggantikan Ketua UPK lama, sardi. Menurut Sularno, keputusan untuk membawa ke ranah hukum atas persoalan tersebut, tidak jadi. Karena, Eni Herawati telah memberikan asetnya kepada PNPM MP. (crew/rto)

Related News