Friday, October 17, 2014

Seorang Mucikari Lokalisasi Pucuk menangis
histeris saat Pucuk ditutup
TEBOONLINE.COM, RIMBOBUJANG - Paska penutupan lokalisasi Dolly, berimbas menyusul lokalisasi Payosigadung atau Pucuk yang terletak di Kota Jambi, dinyatakan resmi ditutup oleh Pemprov Jambi.

Akibat dampak ditutupnya lokalisasi Payosigadung tersebut membuat kekhawatiran masyarakat Rimbo Bujang. Kekhawatiran terkait akan adanya eksodus Pekerja Seks Komersial (PSK) Pucuk masuk di wilayah Kecamatan Rimbo Bujang yang dapat meresahkan masyarakat.

Terkait hal tersebut, dihimbau kepada para Kades dan Lurah di wilayah Kecamatan Rimbo Bujang, yang dominan ada objek tempat hiburan malam, rumah kontrakan dan lainnya, untuk mewaspadai dan mengcros cek adanya kedatangan PSK eks Pucuk.           

Camat Rimbo Bujang Suparna, dikonfirmasi melalui Kasi Trantibum, Bambang Irwanto, menghimbau, kepada para Kades dan Lurah untuk pro aktif dalam rangka antisipasi merambahnya atau masuknya PSK eks Payosigadung di Rimbo Bujang.

" Kita berharap, kepada para Kades dan Lurah untuk ikut memantau dan memonitor adanya eksodus PSK Pucuk tersebut di wilayahnya masing - masing," papar Kasi Tranribum Bambang, Irwanto pada Teboonline.com, Jumat (17/10).           

Imbuh Bambang, struktur Desa atau Kelurahan, Ketua RW maupun Ketua RT dominan untuk  memantau dan memonitor tamu yang datang satu kali 24 jam di wilayahnya masing – masing.

" Perlu dipantau dan dicek tempat hiburan malam, Salon kecantikan, rumah kontrakan dan lainnya, " pungkas Bambang. 

Sementara, Kasi Pemerintahan Kelurahan Wirotho Agung Amir Said mengatakan, menurutnya berdasarkan pantauan di lapangan dan laporan para Ketua RT, sampai saat ini belum ada indikasi dan ditemukan adanya pendatang PSK eks Pucuk.  

" Sampai saat sekarang ini, belum ada kita temukan PSK eks pucuk. Kalau nantinya, ternyata ditemukan PSK eks Pucuk tersebut masuk di wilayah Wirotho Agung, kita akan laporkan kepada pihak Satpol PP Kabupaten Tebo atau pihak terkait," terang Kasi Pem Amir Said. (rto)