Wednesday, September 24, 2014

TEBOONLINE.COM, RIMBOBUJANG - Tim Penertiban Lingkungan, Besutan Lurah Wirotho Agung Kecamatan Rimbo Bujang, kembali menertibkan sekelompok Anak Baru Gede (ABG) dalam kondisi mabuk dari  jalan Sultan Taha Kelurahan Wirotho Agung yang sedang baku hantam  dengan kelompok ABG asal Desa Wana Reja Kecamatan Rimbo Ulu, Selasa malam (24/9), Tempat Kejadian Peristiwa (TKP) depan komplek Puskesmas Rimbo Bujang II.    

Kronologisnya, sekitar pukul 01.30 WIB Rabu dini hari, sekitar 8 orang ABG (Laki-laki_red) warga Desa Wana Reja sedang bergerombol didepan komplek Puskesmas Rimbo Bujang II, didatangi oleh Mega, seorang ABG (Perempuan _red) warga Wirotho Agung dengan maksud menjual dan menawarkan HP miliknya.                                 

Namun, hasil negosiasi penjualan HP milik Mega, tidak disepakati oleh kelompok ABG tersebut dengan alasan karena harga HP tersebut terlampau mahal. Kebetulan di TKP tersebut ada 2 orang laki-laki ABG dimana salah satunya bernama Anggi.

Namun, pada saat itu, Anggi beserta rekannya dimana keduanya adalah warga jalan Sultan Taha Wirotho Agung itu dalam keadaan teler, merasa tidak terima karena HP milik Mega tidak jadi dibeli. Anggi CS tersebut menghajar salah seorang kelompok 8 ABG tersebut.

" Setelah Anggi CS menghajar seorang pemuda dari 8 ABG tersebut, kelompok ABG tersebut bubar dan lari meninggalkan lokasi," ungkap Tarigan, anggota Tim penertiban lingkungan pada Teboonline.com, Rabu (24/9).                       

Tak cukup sampai disitu, kelompok 8 ABG tersebut diterima karena seorang rekannya dihajar oleh Anggi CS dan kemudian kelompok 8 ABG tersebut mengonteks teman - temannya dari Desa Wana Reja. Tak lama kemudian, 30 orang ABG dari Wana Reja tersebut datang dan mendatangi kelompok Anggi CS dimana saat itu mereka bertemu didalam kompleks Terminal Wirotho Agung.

" Ya, benar puluhan ABG dari Wana Reja bertemu dengan kelompok Anggi CS di dalam kompleks terminal, dan kembali terjadi baku hantam antar dua kelompok ABG tersebut, kami Tim penertiban lingkungan segera datang ke TKP, dan dapat  segera menormalisir kejadian keributan itu, " jelas Tarigan.                                    

Lurah Wirotho Agung Soedjarijo, dikonfirmasi membenarkan adanya baku hantam antar dua kelompok ABG, yang nyaris merebak menjadi tawuran, berkat kesigapan Tim penertiban lingkungan Wirotho Agung, bentrokan dua kelompok ABG tersebut bisa di redam dan diselesaikan dengan perdamaian kekeluargaan.

" Dua kelompok ABG yang baku hantam sudah kita selesaikan dan sudah kita nasihati. Karena pihak kelompok ABG dari Wana Reja ada yang cedera memar di bagian tubuh, maka kelompok ABG Anggi CS dari Wirotho Agung dikenakan Denda Rp 800 Ribu untuk perobatan kelompok ABG Wana Reja yang cedera, " tandas Lurah.                                        

Diketahui, kelompok ABG dari Wana Reja terdeteksi kebanyakan berstatus pelajar di salah satu SMP yang ada di Rimbo Ulu dan mereka ini nampaknya dari Perguruan Silat. Sementara Kelompok ABG Anggi CS berstatus Drop Out atau putus sekolah. (asa)