Sugiyanti : Kelompok SPP Fiktif Itu Permainan UPK Artha Makmur


Kantor UPK Artha Makmu PNPM-MP Rimbo Bujang
TEBOONLINE.COM, RIMBOBUJANG – Kader Permberdayaan Masyarakat Desa (KPMD) Perintis Kecamatan Rimbo Bujang, Sugiyanti menyatakan bahwa adanya kelompok Simpan Pinjam Perempuan (SPP) fiktif berjumlah dua kelompok yang ada di desa Perintis, itu merupakan buatan Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Artha Makmur PNPM-MP Kecamatan Rimbo Bujang.

Menurutnya, hal itu ia ketahui karena dirinya diberitahu oleh pengurus UPK itu sendiri sebelum ada tim Fasilitator Kabupaten (Faskab) melakukan audit terhadap UPK Artha Makmur PNPM-MP Kecamatan Rimbo Bujang pada Agustus lalu.

“ Kelompok SPP fiktif itu permainan UPK, karena ada dua orang staf UPK salah satunya Bendahara Eni Herawati, dia meminta saya untuk mengakui dihadapan tim audit bahwa di desa Perintis ada dua kelompok SPP fiktif. Sebelumnya itu saya tidak tahu sama sekali kalau di desa perintis ini ada kelompok SPP fiktif,” aku Sugiyanti saat dikonfirmasi tentang dugaan keterlibatannya dalam pembuatan kelompok SPP fiktif tersebut, Selasa (23/9).

Ternyata lanjutnya, Faskab menemukan bahwa di UPK Artha Makmur PNPM-MP Kecamatan Rimbo Bujang ada dua kelompok SPP fiktif di desa Perintis. Oleh karena itu, karena dirinya sebagai KPMD selaku fasilitator kelompok SPP yang akan mendapatkan alokasi dana SPP, dirinya pun dimintai keterangan terkait adanya dua kelompok fiktif tersebut.

“ Saat diaudit, ya saya jawab memang ada kelompok SPP fiktif di desa Perintis sesuai perintah dari UPK, dua kelompok itu namanya kelompok SPP Dahlia dan Sejahtera, satu kelompoknya sekitar Rp 80 Juta,” ujar Sugiyanti lagi.


Dijelaskannya, dirinya selaku KPMD sebagai fasilitator di desa, setiap kelompok SPP yang akan mengajukan pinjaman melalui dirinya, harus dengan menggunakan Proposal, KTP dan benar – benar ada kelompok tersebut dan diferifikasi dulu oleh UPK sebelum pencairan. Namun, dua kelompok tersebut tidak ada Proposalnya dan tidak melalui dirinya. (rto)

Related News