Sunday, September 28, 2014

 
TEBOONLINE.COM, RIMBOBUJANG – Setelah penutupan lokalisasi Dolly di Jawa Timur, kali ini muncul pula rencana penutupan lokalisasi Pucuk dan Tenda Biru oleh Pemerintah Kota Jambi yang akan direalisasikan sekitar bulan November 2014 mendatang.

Tentunya, rencana penegakan Perda Pemkot Jambi Nomor 2 tahun 2014 soal pemberantasan pelacuran dan perbuatan asusila tersebut, membuat resah para Mucikari dan Wanita Pekerja Seks Komersial (PSK). 

Tentunya, rencananya tersebut menjadikan rasa kekhawatiran terhadap daerah terdekat yang bakal menjadi sasaran kepergian para PSK eks Pucuk tersebut. Salah satunya Kecamatan Rimbo Bujang Kabupaten Tebo.

Selama ini, Rimbo Bujang dikenal dengan maraknya Warung Remang – remang (Warem) dan Kafe yang menyediakan para PSK. Kemungkinan besar, dengan kondisi itu maka akan menyedot dan menjadi perhatian para eks Pucuk untuk hijrah ke Kecamatan Rimbo Bujang guna melanjutkan profesinya kembali. 

Tidak hanya PSK, Mucikari eks Pucuk pun bisa jadi akan membuka Kafe atau Warem. Karena dinilai, menjamurnya Warem - warem di Kecamatan Rimbo Bujang selama ini tidak mampu dibendung meskipun pihak terkait berulang kali melakukan penertiban dan razia PSK.

Kasat Pol PP Kabupaten Tebo, Taufik Khaldi, saat dikonfirmasi Teboonline.com terkait apa langkah – langkah pihaknya dalam antisipasi hijrahnya eks Pucuk ke wilayah Kabupaten Tebo khususnya Kecamatan Rimbo Bujang, Ia mengatakan akan melakukan penertiban rutin.

“ Antisipasi PSK eks Pucuk, kita akan lakukan penertiban terus ke tempat – tempat hiburan dan Kafe dengan melibatkan aparat desa dan Kecamatan sebagai ujung tombak penertiban,” terang Taufik, Minggu (29/9) sambil menyebutkan bahwa di wilayah Kabupaten Tebo tidak ditemukan PSK eks Dolly paska ditutupnya Lokalisasi Dolly. (rto)