Realisasi Bedah Rumah Di Kabupaten Tebo Baru 40 %

Ilustrasi
TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Dari target 617 unit rumah tidak layak huni yang akan ditingkatkan menjadi rumah layak huni melalui program Bedah Rumah (Bedrum) dari program Satu Milyar Satu Kecamatan (Samisake), yang sudah terealiasi sebanyak 217 unit rumah. Hal itu diungkapkan oleh Nurhasanah, Kabid Sosbud Bapeda Kabupaten Tebo.

“ Tahun 2014 ini ada 617 unit rumah yang mendapat program bedrum, yang sudah terealisasi sebanyak 217 unit atau sudah 40 persen lebih. Mudah-mudahan tahun ini bisa terealisasi 100 persen,” ungkap Kabid saat dikonfirmasi Teboonline.com diruang kantornya, Rabu (24/9).

Dijelaskan Kabid, dari 12 Kecamatan yang ada di Kabupaten Tebo, seluruhnya mendapat program Bedrum. Hanya saja jumlah unit rumah yang mendapat program tersebut, berbeda.

“ Terbanyak di Kecamatan Sumay yaitu 74 unit, yang sudah terealisasi sebanyak 72 unit. Yang terendah kecamatan Tebo Tengah dan Tengah Ilir, masing-masing 40 unit. Untuk Tebo Tengah sudah terealisasi 100 persen, sedangkan untuk Tengah Ilir datanya belum masuk,” bebernya.

Lebih detil, Nurhasanah membeberkan, tahun 2012 hanya 8 kecamatan yang mendapatkan program Bedrum, yaitu Kecamatan Tebo Tengah, Tengah Ilir, Muara Tabir, Serai Serumpun, Tebo Ulu, VII Koto Ilir, Rimbo Ulu dan Kecamatan Rimbo Ilir,

“ Dari 8 Kecamatan itu, target kita sebanyak 401 unit rumah, yang terealisasi sebanyak 375 unit rumah, atau hanaya 6 unit yang tidak terealisasi. Intinya kita berhasil menjalankan program ini,” katanya lagi.

Atas keberhasilan itu, tahun 2013 pihaknya menambah unit rumah yang ditargetkan mendapat program Bedrum menjadi 820 unit, atau 100 persen lebih. “Seluruh kecamatan mendapatkan program itu. Sayangnya, realisasinya tidak bisa mencapai 100 persen. Dari 820 unit rumah, ada 20 unit yang tidak terealisasi atau hanya 800 unit rumah yang terealisasi,” jelas Nurhasanah lagi.

Saat ditanya terkait kendala yang dihadapi dilapangan sehingga target Bedrum tidak pernah mencapai 100 persen, Nurhasanah mengatakan, bahwa Kebanyakan kendala yang dihadapi adalah perubahan status social, yang dahulunya rumah tersebut tidak layak huni, setelah dicroscek ternyata kondisinya sudah permanen. 

Selain itu, status kependudukan dan status kepemilikan lahan atau rumah. Status rumah dan pemilik rumah yang mendapat program bedrum harus jelas, dalam artian pemilik rumah memiliki KK dan KTP dan begitu juga dengan rumah yang mereka tempati adalah milik pribadi. (peta)

Related News