PT Tebo Indah Garap Lahan Warga


TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Konflik lahan kembali tumbuh di Kabupaten Tebo, terutama di Kecamatan Tebo Tengah terletak di Dusun Teluk Tanah Liat Desa Aburan Batang Tebo. Pasalnya, lahan Sawah seluas 40 Hektar yang diakui oleh warga Desa Aburan Batang Tebo disebut-sebut diklaim oleh warga Desa Mangun Jayo. Saat inipun lahan tersebut telah ditanami Sawit oleh Perusahaan PT Tebo Indah.         

Kepala Desa (Kades) Aburan Batang Tebo, Tarmizi kepada Teboonline.com Kamis (4/8) mengatakan bahwa lahan sawah seluas 40 Hektar di Dusun Teluk Tanah Liat Desa Aburan Batang Tebo tersebut adalah merupakan milik warga Desa Aburan Batang Tebo. Alasan inipun diperkuat dengan adanya program cetak sawah 2011 lalu dari Kementerian Pertanian RI.       

"Lahan di Teluk Tanah Liat itu adalah milik Desa Aburan Batang Tebo, namun diklaim oleh warga Mangun Jayo, dan telah di tanami sawit oleh PT Tebo Indah, padahal petani ingin digarap untuk dijadikan sawah," sebut Tarmizi.     

Sejauh ini dijelaskan Tarmizi, bahwa pada prinsipnya masyarakat Desa Aburan Batang Tebo menginginkan penyelesaian secara damai, namun itikad baik tersebut sejauh ini masih belum mendapat jalan keluar. Pihaknya pun nanti akan berupaya menyampaikan hal tersebut kepada Bupati Tebo untuk difasilitasi agar dapat solusi yang terbaik.              

" Kita sudah musyawarah, tapi belum ada solusinya. Memang jumlahnya cuma 40 hektar, tapi itu sangat penting untuk menopang perekonomian warga petani. Dan nanti kami akan sampaikan ini ke Bupati untuk difasilitasi, dan jika masih tidak ada jalan keluar, kita akan tempuh jalur hukum," katanya lagi.

Kades Aburan Batang Tebo inipun menghimbau kepada warganya untuk tetap bersabar dan tenang agar tidak timbul hal-hal yang tidak diinginkan. Sebab persoalan tersebut menurutnya harus diselesaikan dengan kepala dingin dan menempuh jalur musyawarah, terlebih sebagai desa yang masih dalam satu Kecamatan atau sama-sama warga Kabupaten Tebo.     

" Saya selalu himbau kepada warga maupun yang terkait untuk dapat menahan diri, sebab alangkah baiknya persoalan ini dibicarakan dengan cara yang baik," pungkasnya.                

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan (Disperta) Tebo, Sarjono mengakui bahwa berdasarkan data Disperta, pada tahun 2011 lalu Sawah Teluk Tanah Liat seluas 40 Hektar tersebut mendapat program cetak sawah melalui dana APBN sebesar 300 Juta Rupiah.              

" Jika dilihat letak geografisnya, sesuai data tahun 2009 sawah itu berada dalam wilayah Aburan Batang Tebo, tadinya tanah itu masih rawa, diajukan Desa Aburan Batang Tebo untuk dijadikan sawah dan sudah dikerjakan," paparnya.         

Dijelaskan Sarjono, sawah yang mendapat kucuran dana 300 Juta Rupiah melalui APBN 2011 tersebut setelah dikerjakan pada tahun 2013 tiba-tiba diserahkan ke PT Tebo Indah, dan saat ini telah ditanami sawit. Dan diakuinya, dirinya pun sangat menyayangkan hal tersebut, seharusnya lahan yang masih dalam status konflik jangan ditanami dulu.   

" Jelas ini alih fungsi lahan, dan harusnya jangan ditanam sawit karena itu untuk sawah, apalagi dalam satusnya yang masih konflik,"pungkasnya. (ard)

Related News