Monday, September 29, 2014

Proyek Jalan Pertanian di Sungai Bengkal disorot warga karena tidak ada papan nama dilokasi pekerjaan
TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Pembukaan dan pengerasan jalan pertanian sepanjang 1 Km di sawah Pengentingan Kelurahan Sungai Bengkal, Kecamatan Tebo Ilir dengan menggunakan dana APBD Kabupaten Tebo yang dikerjakan oleh PT Monika Kontruksi dari Jambi, dinilai tidak transparan. Hal ini diungkapkan oleh salah seorang pegawai kantor  kelurahan Sungai Bengkal, IM kepada Teboonline.com, Senin (29/9).

" Pemborong pekerjaan dinilai menutupi-nutupi dan terkesan tidak transparan. Masa pekerjaan yang berlangsung sekitar satu bulan belum terpasang papan merk. Bukan itu saja, pernah kami tanyakan gambar dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) kepada pengawas lapangan, tapi jawabannya selalu menghindar dengan berbagai alasan, katanya mau dipasang tapi nyatanya sampai sekarang belum juga,” ungkap IM.

Menurut IM, selaku pemerintah kelurahan mestinya pekerjaan proyek jalan tersebut harus tahu. Tidak itu saja, masyarakat umum juga harus tahu. Pasalnya, pekerjaan jalan tersbeut milik masyarakat yang dikerjakan dengan menggunakan dana Negara.

“Biar transparan harus ditempatkan papan proyek di lokasi pekerjaan. Jadi semua orang tahu berapa volume pekerjaan, berapa hari masa kerja dan berapa anggaran yang digunakan,” tuturnya.

“Bukannya kami tidak berterima kasih atas bantuan bantuan Pemda untuk membangun daerah kami, sekarang masyarakatnya sudah kritis, mau jawab apa kami ketika ada warga bertanya. Sementara kami sendiri tidak tahu gambar juga anggaran biayanya,” tambah IM.

Sementara, Sahirman pengawas lapangan PT Monica sewaktu dikonfirmas Teboonline.com, Senin (29/9), mengaku jika papan merk proyek sudah dibuat dan hanya dua hari dipasang. Saat ditanya terkait RAB dan gambar proyek, dia mengaku tidak tahu.

"Pekerjaan ini sudah 60 persen, sekitar 1 minggu lagi selesai. Kami sudah rugi seharusnya pekerjaan cuma penimbunan dan pengerasan tidak ada pembukaan jalan, cuma karena kesalahan tim survey mau diapakan lagi,” pungkas Sahirman. (peta)