Wednesday, September 24, 2014

Kelompok SAD Tebo yang membutuhkan pembinaan
dari Pemerintah
TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Untuk mengatasi konflik Suku Anak Dalam (SAD) dengan warga maupun SAD dengan perusahaan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tebo, tengah merancang berbagai program pembinaan terhadap SAD. Hal itu diungkapkan oleh Sekda Tebo, Noor Setya Budhi sekaligus ketua tim penyelesaian konflik SAD.  

“ Langkah awal, kita akan melakukan pendataan seluruh kelompok SAD yang ada di Tebo,” ujar Sekda saat dikonfirmasi Teboonline.com terkait langkah Pemkab Tebo untuk menekan terjadinya konflik SAD yang sudah sering terjadi di wilayah Kabupaten Tebo.

Selanjutnya, kata Sekda, kelompok SAD yang sudah terdata akan dibuatkan KTP, dengan tujuan keberadaan mereka (SAD) diakui dan terdaftar secara kewarganegaraan. “Target kita tahun 2015 nanti semua SAD sudah melakukan perekaman data elektronik dan memiliki KTP,” tuturnya.

Saat ini, jelas Sekda, pihaknya sudah membuat tim penyelesaian konflik yang terdiri dari SKPD, kantor dan badan di lingkup Pemda Tebo. Tidak itu saja, kata dia, pihaknya juga akan melibatkan seluruh pendamping SAD, Temenggung atau pimpinan kelompok SAD, Lembaga Adat, Tokoh Masyarakat dan pihak-pihak yang berkompeten.

“ Semuanya kita libatkan. Jadi program yang buat nanti akan kita serahkan kepada bidangnya masing-masing untuk merealisasikannya. Contonya, jika SAD butuh KTP akan kita serahkan kepada Dukcapil untuk melakukan pendataan, perekaman data hingga penerbitan KTP. Begitu juga jika SAD butuh lahan untuk hidup, akan kita serahkan kepada Dinas Kehutuanan. Jadi semuanya akan kita libatkan,” pungkasnya. (peta)