Paska Bentrok, Warga Dan SAD Sepakat Damai

Perdamaian antara warga desa Betung Bedara Barat dan SAD
dihadiri Kapolres Tebo, Lembaga Adar, MUI dan unsur Muspika
 
‎​TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Insiden pembakaran sepeda motor milik salah satu kelompok Suku Anak Dalam (SAD) yang diduga hendak mencuri berondolan buah sawit di areal perkebunan PT Tamboro Desa Betung Bedarah Barat Kecamatan Tebo Ilir yang dilakukan oleh ratusan warga beberapa waktu yang lalu, akhirnya diselesaikan secara damai antara warga dan kelompok SAD dari Batanghari.

Proses perdamain yang dilakukan, Selasa (30/9), di Aula Kantor Camat Tebo Ilir, dihadiri dan disaksikan langsung oleh Pemda Tebo, Polres Tebo, Pemerintah Kecamatan Tebo Ilir, Pemerintahan Desa, Kapolsek, Danramil, LAM, MUI, tokoh masyarakat Kecamatan Tebo Ilir serta perwakilan warga SAD Batanghari.

Dalam perdamaian tersebut, juga didapat beberapa kesepakatan diantaranya, warga SAD yang berasal dari Kabupaten Batanghari tidak dibenarkan mengambil brondol sawit dilahan yang berada di Kecamatan Tebo Ilir, baik lahan milik pribadi maupun lahan milik perusahaan.

Selanjutnya, perwakilan dari kelompok SAD Batanghari bersedia membantu menghubungi Temenggung-temenggung di wilayah lainnya, untuk menyampaikan hasil kesepakatan tersebut. Dan pihak SAD dari Kabupaten Batanghari tidak menuntut ganti rugi atas pembakaran sepeda motor milik warga SAD kepada masyarakat Desa Betung Bedarah Barat maupun pihak perusahaan.

“Dengan adanya kesepakatan ini saya berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Mari kita saling menghargai satu sama lain. Dimata hukum semua sama baik masyarakat umum maupun warga SAD, tidak ada yang terbelakang. Disini Polri bicara masalah hukum yang tentunya tidak mengesampingkan hukum adat,” kata Kapolres Tebo, AKBP Indra rathana S.Ik yang hadir pada proses perdamaian antara kelompok SAD Batanghari dengan warga.

Menurut Kapolres, salah satu penyebab insiden tersebut adalah kurangnya komunikasi antara warga SAD dan Lembaga Adat. Dia menyarankan, sebaiknya diadakan rapat adat bersama untuk menyamakan dimana letak adat yang berbeda antara masyarakat dengan warga SAD, agar ‎​kedepannya warga SAD dengan warga bisa hidup berdampingan tanpa saling mengganggu dan merugikan satu sama lain.

"Memang tidak mudah membina komunikasi dengan warga SAD, tapi ini adalah tugas pemerintah, baik pemerintah daerah, maupun pemerintah kecamatan dan pemerintahan desa, agar insiden seperti ini tidak terulang kembali,” kata Kapolres lagi.

Diketahui, Selasa (23/9), telah terjadi insiden pembakaran satu unit  sepeda motor milik warga SAD yang diduga digunakan untuk mencuri berondol buah sawit milik PT Tambora. Setelah diselidiki, ternyata sepeda motor tersebut adalah milik Batu Gunung warga SAD dari Kabupaten Batanghari dibawah pimpinan atau anggota Temenggung Celitai. (peta)


Related News