Kapolres Tebo : Untuk Berantas Peti Harus Serius Dan Kompak

Kapolres Tebo
AKBP Indra Rathana
TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Aktivitas pertambangan Emas Tanpa Izin (Peti) yang terus menjamur di wilayah Kabupaten Tebo, merupakan persoalan yang sulit diatasi. Pasalnya, aktivitas tersebut bersangkutan langsung dengan ekonomi masyarakat.

Hal itu dikatakan oleh Kapolres Tebo, AKBP Indra Rathana saat mengikuti kegiatan forum diskusi dalam rangka pencegahan kegiatan pertambangan tanpa izin untuk menjaga kelestarian sumber daya alam demi kesejahteraan rakyat, di pendopo Rumah dinas Bupati, beberapa waktu lalu.

Akan tetapi, kata Kapolres, permasalahan Peti tersebut bisa diberantas apabila ada keseriusan dan kekompakan antara penegak hukum, pemerintah dan masyarakat. "Jika ini ingin diberantas, semua harus kompak. Mari sama-sama kita putuskan mata rantainya agar semua peti tidak bisa beraktivitas," ujarnya.

Kapolres menjelaskan, dari hasil penyelidikan pihaknya menyimpulkan, ada 3 tiga mata rantai yang membuat aktivitas Peti hingga saat ini berjalan lancar dan menjamur. Diantaranya, adanya pasokan BBM berjenis solar yang diduga didatangkan dari Kabupaten Damasraya, tersedianya peralatan dan mesin untuk aktivitas peti yang juga didatangkan dari luar, dan pasokan air raksa yang diduga didatangkan dari Kabupaten Bungo.

" Kalau ketiga mata rantai itu kita putus, semua akan berhenti. Lagi-lagi tentunya ada kerja sama dengan semua pihak," ucapnya.

Sayangnya, menurut Kapolres, selama ini untuk pemberantasan aktivitas Peti hanya sebagai wacana saja. Dimana realisasi dilapangan tidak ditampakkan. 

" Kita tidak mau, ada keputusan dan realisasinya nihil. Kita sebagai penegak hukum sudah siap dan sudah melakukan aksi pemberantasan aktivitas Peti itu. Tapi tetap saja hasilnya tidak maksimal," ujarnya.

Untuk itu, sekali lagi Kapolres mengatakan, jika ingin menghentikan aktivitas Peti di Tebo, harus ada kekompokan dan keseriusan dari semua pihak. (peta)

Related News