Kabut Asap, Warga Terserang ISPA

Kota Muara Tebo diselimuti kabut asap
TEBOONLINE.COM, MUARATEBOKian hari kabut asap yang menyelimuti wilayah Kabupaten Tebo semakin tebal dan pekat. Bahkan, dampak dari kabut asap tersebut sudah sangat menganggu jarak pandang. Diperparah lagi, beberapa masyarakat sudah sangat mengeluh karena terserang ISPA. Seperti yang diungkapkan oleh Suher, warga Kecamatan Tebo Tengah.

“Sudah beberapa hari ini anak saya terserang batuk dan pilek. Sudah diobati, bukanya sembuh malah bertambah parah,” keluh Suher.

Menurut Suher, batuk dan pilek yang menyerang anaknya akibat kabut asap yang kian hari bertambah tebal dan pekat. “Kasihan kalo sudah malam anak saya susah bernapas, jadinya sangat rewel,” tuturnya.

Lanjut Suher, dibandingkan hari sebelumnya, kondisi kabut asap saat ini sudah sangat parah. Selain mengganggu kesehatan, kabut asap juga mengganggu jarak pandang. "Sekarang (siang,red) jarak pandang sekitar 50 meter. Nanti malah yang parah, jarak pandang paling hanya 20 sampai 30 meter," katanya lagi sambil berharap kabut asap secepatnya bisa menipis dan menghilang.

Untuk mengetahui kadar ISPU dari kabut asap tersebut, Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kabupaten Tebo, telah mengambil beberapa titik atau lokasi untuk diukur kadar pencemaran udara akibat kabut asap. "Hari ini udara (Lokasi,red) yang kita ukur di Kecamatan Tebo Ilir dn Tengah Ilir. Lokasinya di kantor camat," ungkap Riswan Kepala KLH Tebo saat mengukur kadar ISPU di kantor Camat Tengah Ilir.

Dijelaskannya, sebelumnya tim KLH sudah mengukur kadar ISPU di empat Kecamatan, diantaran, Rimbo Bujang, VII Koto, Tebo Tengah  dan Tebo Ulu. "Sudah tiga hari berturut-turut kita turun kelapangan untuk mengukur ISPU. Hari ini terakhir, besok baru bisa diketahui seperti apa kondisi udara di Tebo," ucap Riswan lagi.

Diakui Riswan, dibandingkan dengan hari sebelumnya, hari ini kabut asap sangat tebal dan pekat. "Dua hari yang lalu juga pekat. Kemarin sudah mulai menipis, sekarang lebih pekat dari hari-hari sebelumnya. Mudah-mudahan ini tidak berlangsung lama, kasihan masyarakat sudah mengeluh," tukasnya. (peta)

Related News