Jalan Sultan Hassanudin Bentuk Perjal

Ketua RW 03 Jl. Sultan Hassanudin poto bersama
dengan tokoh masyarakat
TEBOONLINE.COM, RIMBOBUJANG – Untuk menciptakan dan mengendalikan kenyamanan serta pengawasan dilingkungan jalan Sultan Hassanudin RW 03 Kelurahan Wirotho Agung, Kecamatan Rimbo Bujang, maka pada tanggal 20 September 2014 yang lalu dibuat Peraturan Jalur (Perjal).

Hal itu diungkapkan oleh Ketua RW 03 jalan Sultan Hassanudin, Suparlan. “ Di jalan Sultan Hassanudin sudah dibentuk dan ditetapkan Peraturan Jalur (Perjal) dengan No. 01 tahun 2014, ada 12 Pasal didalamnya dan saat perancangannya melibatkan seluruh perangkat jalur seperti, Ketua RW, para Ketua RT, Alim Ulama, Pengurus Karang Taruna, tokoh masyarakat serta warga jalan Sultan Hassanudin,” jelas Suparlan, Rabu (24/9).

Dibeberkan Suparlan, 12 Pasal tersebut diantaranya adalah dimulai dari Pasal  1. Tamu dan warga yang baru atau mengontrak diwajibkan melapor kepada Ketua RT atau perangkat jalur setempat 1x24 jam dengan menunjukan Identitas diri berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) bagi yang masih lajang dan Kartu Keluarga (KK) dan Surat Nikah bagi yang sudah berkeluarga.

Pasal 2, bagi warga yang mengontrak dilingkungan jalan Sultan Hassanudin, dikenakan biaya Rp 50.000 untuk perawatan Tempat Pemakaman Umum (TPU). Pasal 3, Apabila ada orang yang berbuat Zina atau mesum (Hubungan badan tidak dengan Istri atau Suami) dikenakan denda adat berupa 1 ekor Sapi usia 2 tahun atau digantikan minimal dengan Uang sebesar Rp 10.000.000 (Sepuluh Juta Rupih) ditambah dengan kelengkapan seasam segaram. Bagi yang masih lajang dinikahkan dan apabila pelaku sudah berumah tangga, dijauhkan.

Pasal 4, Jual beli tanah dilingkungan jalan Sultan Hassanudin dikenakan khas jalur Rp 100.000 (Seratus Ribu Rupiah). Pasal 5, Dilarang keras jual minuman keras atau beralkohol dilingkungan jalan Sultan Hassanudin. Pasal 6, bagi pedagang mainan anak – anak dilokasi hajatan/pesta, dilarang berjualan. Pasal 7, Untuk pemuda/pemudi yang berkunjung (Apel) ke rumah teman dekat atau berlawanan jenis dibatasi sampai pukul 22.00 WIB.

Selanjutnya Pasal 8, waktu operasional Lapo Tuak dan tempat hiburan malam sejenisnya dibatasi sampai pukul 22.00 WIB. Pasal 9, Tempat hiburan/Kafe dilarang keras menyediakan Wanita Pekerja Seks Komersial (PSK) dan tempat praktek Prostitusi.

Pasal 10, Tempat hiburan malam/Kafe dilarang membunyikan suara musik terlalu keras dan diminta untuk memakai peredam suara. Pasal 11, Pencuri dikenakan denda 10 kali lipat dari nilai barang yang dicurinya dan terakhir Pasal 12, Bagi pelaku onar atau orang/kelompok yang telah mengganggu kenyamanan warga jalan Sultan Hassanudin, atau bertindak sesuatu tanpa koordinasi dengan aparat jalur dan menimbulkan keresahan warga, dikenakan denda adat berupa dua ekor Kambing jantan usia 2 tahun ditambah dengan kelengkapan seasam segaram.

“ Tujuan dibentuknya Perjal ini adalah sebagai pedoman kerja bagi semua pihak dalam penyelenggaraan kegiatan di jalur, terciptanya tatanan kehidupan yang serasi, selaras dan seimbang di desa, memudahkan pencapaian tujuan, sebagai acuan dalam rangka pengendalian dan pengawasan, sebagai dasar .pengenaan sanksi atau hukuman, serta mengurangi kemungkinan terjadinya penyimpangan atau kesalahan,” pungkas Ketua RW.

Sementara, Lurah Wirotho Agung, Soedjarijo sangat mengapresiasi dibentuknya Perjal di jalan Sultan Hassanudin, karena itu merupakan salah satu bentuk penegakan hukum dan adat dalam norma – norma kehidupan bermasyarakat. (rto) 

Related News