Sunday, September 21, 2014

Kantor UPK Artha Makmur PNPM-MP Rimbo Bujang
TEBOONLINE.COM, RIMBOBUJANG – Bendahara Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Artha Makmur Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MP) Kecamatan Rimbo Bujang, Eni Herawati diketahui kabur dengan membawa Uang hasil korupsinya semenjak dirinya menjabat sebagai Bendahara PNPM-MP tersebut sebesar Rp 850 Juta.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Teboonline.com dilapangan menyebutkan, Uang yang diduga dikorupsi oleh Eni Herawati selaku Bendahara adalah Uang setoran Kelompok Simpan Pinjam Perempuan (SPP) dari Kelompok SPP yang ada di desa – desa.

Terungkapnya dugaan korupsi tersebut berawal dari adanya tunggakan SPP yang tinggi pertahunnya. Karena tingginya tunggakan yang terjadi di PNPM-MP Kecamatan Rimbo Bujang tersebut, kemudian tim Fasilitator Kabupaten (Faskab) dibawah naungan Dinas PMPD Kabupaten Tebo melakukan audit ke PNPM-MP Kecamatan Rimbo Bujang.

Setelah dilakukan audit, terungkaplah dugaan korupsi sebesar Rp 850 Juta yang dilakukan oleh Bendara PNPM-MP Kecamatan Rimbo Bujang, Eni Herawati. Namun, ada yang janggal, saat dilakukan audit terhadap Eni Herawati tersebut, yang menghadap tim audit adalah Suami dari Eni Herawati. Saat itu, keberadaan Eni Herawati tidak diketahui dan sebelum itu, Eni Herawati menurut informasi dari sesama rekannya di PNPM-MP, sudah lama menghilang sejak mencuatnya kabar tersebut.

Menurut sumber yang layak dipercaya menyebutkan, awalnya mencuat bahwa dana PNPM-MP ada yang hilang sebesar Rp 1,2 Milyar. Setelah diaudit, ternyata yang hilang adalah Rp 850 Juta dan ketika diminta keterangan serta pertanggung jawaban terhadap Bendahara, ternyata Bendahara tidak
dapat mempertanggung jawabkannya.

“ Dari Kelompok SPP yang ada di desa – desa itu sudah setor ke Bendahara, tapi dana setoran itu hilang ditangan Bendahara, kemudian tim audit menemukan ada dua Kelompok SPP fiktif di desa Perintis, alokasi dana SPP pada dua kelompok itu Rp 100 Juta,” ujar sumber yang tak mau disebut namanya kepada Koran ini, Minggu (20/9).

Badan Pengawas (BP) PNPM-MP Kecamatan Rimbo Bujang, Sutres saat dikonfirmasi Koran ini via HP terkait dugaan korupsi dana PNPM-MP Kecamatan Rimbo Bujang pimpinan Sardi tersebut, mengatakan bahwa masalah tersebut sudah ditangani oleh Faskab dan PMPD Kabupaten Tebo. (rto)