Biaya Menikah Mencekik Leher

Surat Nikah
TEBOONLINE.COM, RIMBOBUJANG – Kementerian Agama mengeluarkan aturan ketentuan biaya nikah sebesar Rp 600 ribu. Biaya itu harus dibayar pasangan calon pengantin yang akan melangsungkan pernikahannya di luar Kantor Urusan Agama (KUA). Namun, aturan baru tersebut menjadi polemic ditengah – tengah masyarakat.

Pasalnya, ketentuan biaya Rp 600 Ribu kepada calon pengantin yang akan menikah tersebut dinilai sangat memberatkan. Seperti yang dikatakan Kades Wanareja Kecamatan Rimbo Ulu, Hendra Budhi Artapa. “ Ya sebenarnya kalau Rp 600 Ribu untuk KUA memang sangat memberatkan sekali, belum lagi nanti calon pengantinnya membayar Administrasi di desa, tentu akan habis biaya lebih dari itu,” ujar Kades kepada Teboonline.com, Kamis (4/9).

Hal senada juga diungkapkan Kades Purwoharjo Kecamatan Rimbo Bujang, Suranto. Menurut Suranto, karena itu sudah ketentuan dari Pemerintah, mau tak mau masyarakat tetap mematuhinya demi terlaksananya acara pernikahan.

Namun lanjutnya, ketentuan biaya Ijab Qabul sebesar Rp 600 Ribu tersebut adalah yang disetor ke Negara, namun ada biaya untuk ke KUA sekitar Rp 400 Ribu. Jadi, calon pengantin akan mengeluarkan biaya sekitar Rp 1 Juta dan itu belum urusan surat menyurat di desa.

Namun pada umumnya, di Kecamatan Rimbo Bujang, acara Ijab Qabul kebanyakan digelar di rumah dan tentunya Penghulu akan dating ke rumah pengantin tersebut. Tentunya, itu juga akan memperbesar pengeluaran biaya untuk menikah.

“ Bisa jadi dengan adanya biaya nikah yang mahal ini, akan memperbanyak orang menikah Siri karena orang tersebut tidak punya biaya,” cetus Kades. (gus)

Related News