Bentrok Warga Dengan SAD, 1 Orang Terluka, 5 Sepeda Motor dan Pondok Dibakar


TEBOONLINE.COM, MUARATEBO -  Bentrok kembali terjadi antara warga dengan Suku Anak Dalam (SAD). Kali ini terjadi Kecamatan Muaro Tabir, warga tiga desa yaitu Desa Pintas Tuo, Embacang Gedang dan Bangko Pintas, Sabtu (13/9) sekitar pukul 10.30 Wib terlibat bentrok dengan SAD.

Akibat konflik tersebut, satu warga SAD mengalami luka tusuk dibagian perut. Selain itu, beberapa pondok tempat tinggal dan lima Buah motor SAD hangus terbakar akibat amukan warga.
Informasinya, bentrokan berawal dari adanya kecelakaan sepeda motor antara Hasim warga desa Embacang Gedang dengan warga SAD pada Sabtu (13/9) sekira pukul 07.00 wib. Adanya laka tersebut, terjadilah adu mulut antar keduanya.

Hal tersebut langsung dimediasi oleh Kadus setempat dan sepeda motor tersebut di amankan oleh Kadus dusun Lingkar Nago. Kemudian, Hasim warga yang menyerempet, memberikan Rp 100 Ribu untuk biaya pengobatan.

Namun, selang beberapa saat usai Hasim meningalkan lokasi, warga SAD tersebut malah memberikan tempo waktu selama 1 jam bagi warga membayar denda sebesar Rp 10 Juta dan jika tidak di penuhi maka akan terjadi perang.

" Hasim memberikan uang Rp 100 Ribu kepada warga SAD untuk biaya pengobatan, tetapi warga SAD tersebut meminta denda uang senilai Rp 10 Juta. Bahkan, SAD memberikan tempo waktu selama 1 jam bagi warga untuk membayar denda tersebut," jelas warga yang enggan disebutkan namanya.

Bahkan, usai mengatakan denda warga SAD tersebut pergi, tetapi Sepeda motor yang tadinya diamankan dirumah kadus tidak ada lagi di tempat.

Lanjutnya, beberapa saat kemudian datang satu orang warga SAD kewarung milik Kadus untuk membeli sesuatu dan secara bersamaan datamg massa warga yang tengah mencari sepeda motor milik Hasim.

Melihat ada warga SAD, kemudian massa nenanyakan kepadanya siapa temengungmu dan kemana sepeda motor itu dibawa. Namun, warga SAD tersebut malah marah dan menodongkan senjata api yang dibawanya kearah warga. Melihat kondisi tersebut, warga langsung merebut dan terjadilah pergumulan.

Setelah itu, warga desa mendapatkan informasi bahwa warga SAD menunggu di simpang bata, apabila ada warga yang pulang dari motong karet akan di jegat.

Mendengar informasi tersebut, warga beramai-ramai datang ke simpang bata dan kedalam kebun dipemukiman milik warga SAD. Dilokasi tersebut, warga menemukan motor milik SAD dan wargapun langsung menghancurkannya.

Kapolres Tebo AKBP. Indra Rathana dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim Polres Tebo AKP. Ridwan Hutagaol mengungkapkan, membenarkan adanya peristiwa tersebut.

Lanjutnya, usai melakukan aksi, wargapun kemudian langsung pulang kedesa, akan tetapi saat masih diperjalanan bertemu dengan satu orang warga SAD dan wargapun langsung menghajar dan menusuk SAD.

" Dalam aksi massa tersebut sedikitnya 5 unit motor dirusak oleh warga dan satu warga terkena tusukan," tukasnya.

Kasat menambahkan, situasi saat ini sudah kondusif, dan rencanya malam ini juga akan diadakan pertemuan di kantor camat untuk meredam permasalahan. (nug)

Related News