Monday, September 15, 2014

Pembangunan Median jalan tengah dikerjakan
TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Pembangunan Median jalan atau taman ditengah jalan disepanjang lokasi pembangunan jalan dua jalur atau jalan Lintas Tengah Sumatera Kecamatan Tebo Tengah, harus berpatorkan dengan As jalan. Hal itu ditegaskan oleh Kadis PU Tebo, Arif Makruf Dahlan.

“ Harus ditengah As jalan, dan dari dulu kita selalu berpatokan pada As jalan,” ujar Arif saat dikonfirmasi harian ini diruang kantornya, Senin (15/9).

Menurut Arif, jika lokasi atau titik pembangunan median jalan dipindahkan, maka As jalan ikut berpindah atau bergeser. Hal itu tentu saja akan memicu masyarakat ribut karena ada yang merasa diuntungkan dan ada yang merasa dirugikan. “Jadi harus berpatokan dengan As jalan dan itu tidak boleh dipindahkan, nanti masyarakat disepanjang jalan itu jadi ribut,” tuturnya.

Ketika ditanya harian ini terkait alasan pengawas pekerjaan median jalan yang menggeser lokasi atau titik pembangunan median dengan tujuan agar posisi median seimbang dengan tugu simpang tiga, Arif kembali menegaskan.

“ Tugu tidak bisa dijadikan patokan. Selama ini yang menjadi patokan adalah As jalan. Kapan perlu tugu tersebut nantinya akan kita pindahkan. Jadi tugunya yang akan digeser bukan lokasinya mediannya yang digeser,”  katanya lagi.

Arif mengaku jika dirinya pernah konsultasi kepada P2JN Provinsi Jambi soal keberadaan tugu disimpang tiga. Hasil konsultasi tersebut P2JN setuju jika tugu tersebut dipindahkan.

“ Yang jelas sudah kita ingatkan rekanannya agar tidak menggeser lokasi atau titik pekerjaan median jalan, nantinya tugunya yang akan kita geser. Jadi tidak ada lagi alasan rekanan menggeser median jalan karena berpatokan pada tugu,” pungkasnya.

Diketahui, warga dan pemilik toko yang berada disepanjang pekerjaan median jalan protes atas digesernya lokasi atau titik pembangunan median jalan oleh kontraktornya. Protes warga tersebut karena mereka merasa dirugikan atas penggeseran tersebut.

“ Kemarin hampir saja terjadi adu jotos antara warga dengan pekerja gara-gara lokasinya median digeser. Untung saja masih bisa dilerai. Jika lokasinya tetap digeser, ini akan menimbukan ribut yang berkepanjangan. Untuk itu, kami minta kepada kontraktor pekerjaan median agar tidak menggeser titik, dalam artian harus sesuai dan berpatokan pada As jalan,” kata warga yang merasa dirugikan. (peta)