5 Orang Anak SAD Muara Kilis Ingin Khitanan

ANAK SAD : Deraw, Suni dan anak-anak SAD Muara Kilis yang ingin khitanan
TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Lima orang anak kelompok Suku Anak Dalam (SAD) Sungai Jelapang Desa Muara Kilis Kecamatan Tengah Ilir, ingin khitanan. Hal itu diungkapkan pimpinan kelompok SAD Muara Kilis, Temenggung Apung.

Dijelaskan Apung, sudah lama terlintas niat untuk mengkhitankan anak-anak, namun karena terkendala jarak tempuh antara pemukiman dan Puskesmas terdekat sangat jauh, ditambah lagi belum adanya biaya untuk khitanan, keinginan tersebut tak kunjung terwujud.

“Kita ingin anak-anak kita di Islamkan. Salah satunya dengan cara khitanan. Hal itu sudah kita sampaikan kepada pendamping untuk mencari solusinya,” ujar Apung kepada Teboonline.com beberapa waktu yang lalu.

Hal itu juga diakui oleh Ahmad Firdaus, pendamping SAD Muara Kilis. Di beberkannya, ada lima orang anak SAD yang ingin khitanan, diantaranya, Deraw (10), Itap (8), Suni (8), Pemisah Kebun (150 dan Larekan (8). “Orang tua mereka sudah khitanan semua, jadi sekarang mereka ingin anak-anak mereka juga khitanan. Dan itu yang disampaikan Apung kepada saya,” tuturnya.

Mengingat jauhnya jarak pemukiman SAD dengan Puskesmas terdekat dalam hal ini Puskesmas Tengah Ilir, Firdaus ingin khitanan tersebut dilakukan di Sungai Jelapang atau di pemukiman SAD. Dia mengaku keinginan tersebut sudah disampaikan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tebo, agar menurunkan tim medis ke Sungai Jelapang. 

“Sudah saya sampaikan kepada Dinkes, Alhamdulillah Dinkes siap menurunkan tim medisnya ke Sungai Jelapang,” tuturnya.

Niat khitanan anak-anak SAD tersebut disambut baik oleh Ridwan Kadinkes Tebo. Diakuinya, dua hari yang lalu pendamping SAD Muara Kilis sudah menjumpai dirinya, dan minta agar diturunkan tim medis ke Sungai Jelapang untuk mengkitan 5 orang anak SAD. 

“Iya, mereka (Pendamping,red) minta kita turunkan tim medis kesana (Sungai Jelapang,red) untuk mengkhitan anak-anak SAD, dan kita menyanggupkan itu dengan catatan, pendamping mengajukan surat permohonan atau proposal kepada kita,” katanya.

Jika pendamping sudah mengajukan proposal, janji Kadinkes, secepatnya tim akan diturunkan  ke pemukiman SAD. Tidak itu saja, lanjut dia, tim yang diturunkan nantinya akan dilengkapi dengan peralatan medis dan obat-obatan yang dibutuhkan oleh warga SAD selain anak-anak yang akan dikhitan. 

“Biasanya warga SAD sering terjangkit penyakit batuk, demam, pilek, sesak napas. Jadi, nantinya selain peralatan dan obat-obatan untuk khitanan, kita juga akan membawa peralatan dan obat-obatan lainnya. Jadi begitu sudah khitanan kita akan membuak pengobatan gratis,” pungkasnya. (peta)

Related News