Paska Bentrok, Warga Dengan SAD Sepakat Berdamai

TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Konflik warga dengan Suku Anak Dalam (SAD) dipastikan berkahir. Pihak-pihak yang terlibat bentrok dua pekan lalu akhirnya di pertemukan di Desa Malako Intan, Kecamatan Tebo Ulu, Selasa kemarin (19/8). Keduanya sepakat untuk berdamai.

Perdamaian dihadiri oleh Bupati Tebo, H.Sukandar bersama unsur Forum Komunikasi Pemerintah Daerah (Forkompinda), Lembaga Adat Melayu Jambi, serta para Camat dan Kepala Desa di pinggiran Sungai Batang Hari.

Dalam arahannya, Sukandar atas nama Pemerintah Daerah mengucapkan terima kasih Kepada Pemerintah Desa Malako Intan yang telah menjadi tuan rumah perdamaian. Menurutnya, perdamaian juga sebagai wujud silaturahim.

Upaya perdamaian sendiri difasilitasi oleh Kapolres, yang menilai persoalan yang ada harus diselesaikan. Bupati yang juga berperan sebagai mediator, mengatakan, saat SAD diundang ke rumah dinas dan ditanya apa maunya, mengatakan mau damai, mau hidup berdampingan, dan sama-sama mau cari makan.

Damai sudah menjadi sepakat. Denda yang timbul dari persoalan itupun dilakukan sesuai adat melayu jambi juga sudah ditetapkan. Sebab menurut Sukandar, di mana bumi dipijak, di sana langit dijunjung.

"Kabupaten Tebo cukup majemuk, penduduknya ada yang dari Medan, Minang, Jawa, dan lain-lain, semuanya diminta menghargai adat yang ada," ujar Sukandar.

Selanjutnya, Sukandar meminta, perjanjian dan damai ditandatangani oleh semua pihak, seperti para Tumenggung, Kades, Camat, Kapolres, Dandim, dan Bupati sendiri. Selanjutnya hasil perdamaian tersebut akan disampaikan ke semua warga dan SAD yang ada di wilayah tersebut, Tujuh Koto, Tujuh Koto Ilir, Tebo Ulu, Serai Serumpun, dan Sumay.

"Bagi yang mendahului mengingkari perjanjian akan berurusan dengan hukum," tegas Sukandar.

Juga dikatakan, untuk menghindari konflik susulan, semua pihak dilarang melakukan sesuatu yang dapat memicu konflik. Salah satunya tidak boleh lagi membawa senjata api. Oleh sebab itu diminta kepala Tumenggung, agar menyampaikan kepada tumenggung yang lain, jika masuk ke wilayah Kabupaten Tebo, tidak boleh membawa senjata api.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Lembaga Adat Melayu Jambi Kabupaten Tebo, Ahmad Saham. Menurutnya di dalam hukum adat juga dilarang membawa Senjata Api. (nug)

Related News