Lebaran Berdarah, Remaja Tewas Ditikam

Korban penikaman yang tewas
RIMBOBUJANG  –  Hari Raya Idul Fitri seharusnya menjadi hari yang menyenangkan untuk berkumpul dengan keluarga di rumah. Tapi nasib naas jutru menimpa Rudi (23) warga Desa Teluk Kuali, Kecamatan Tebo Ulu, menjemput ajal saat bertandang ke Lapo Tuak, di Jalan 32, Desa Perintis, Kecamatan Rimbo Bujang, Senin (28/7) sekitar pukul 23.00 WIB. 

Korban meninggal dunia diduga kuat akibat terkena senjata tajam tepat dibagian dada, saat ribut dengan pengunjung lainnya. Korban yang lain adalah Reza Pahlepi (20), masih warga Desa Teluk Kuali, menderita kritis akibat beberapa luka serius akibat senjata tajam di tubuhnya.

Informasi yang berhasil dihimpun, keributan terjadi saat korban bersama teman-temannya sekitar 5 orang minum tuak di warung milik Lf (40). Di tempat kejadian korban bertemu dengan pengunjung lain yang berjumlah sekitar 7 orang. Diduga salah paham akhirnya terjadi keributan.
 
“Awalnya  tersangka minta rokok, sudah dikasih sama korban tapi rokok beserta bungkusnya disimpan lagi. Mungkin salah paham mereka akhirnya ribut,”  ungkap Kapolsek Rimbo Bujang AKP Feby Herianto.
 
“Pada  saat terjadi keributan korban dan teman berusaha kabur. Tapi dua orang korban tertangkap oleh para pelaku  itu,” imbuh Feby.

Tak berapa lama teman-teman korban kembali ke Lapo tuak tersebut. Tapi pada saat itu kondisi sudah sepi dan menemukan dua orang temannya tergeletak di lantai dengan menderita luka di tubuhnya.

Korban sempat dilarikan ke klinik, tapi satu orang tak tertolong nyawanya dan satu lagi kritis dilarikan ke rumah sakit. Sekitar pukul 05.00 WIB, teman-teman korban diduga datang lagi ke lokasi kejadian dan merusak bangunan Lapo Tuak tersebut dengan menabrak menggunakan truk.

Menindaklanjuti peristiwa tersebut, menurut Feby, pihaknya telah mengamankan satu orang yang diduga sebagai salah satu tersangka. Pelaku diperkirakan berjumlah tujuh orang.
 
“Kami  sudah mengantongi nama-nama pelaku yang diperkirakan berjumlah tujuh orang, hanya saja yang kita tangkap bukan pelaku  utama,” ujarnya.

Polisi mengaku terus mendalami peristiwa tersebut dan menangkap semua pelakunya. Saat ini pihaknya telah meminta keterangan dari teman-teman korban tersangka. Selain itu termasuk pemilik usaha warung Tuak Lf yang merupakan warga Jambu dan pemilik bangunan Sr (60), warga setempat. (go/crew)

Related News