Kepala SDN 200 Sungai Arang, Diduga Jual Buku Dana BOS


TEBOONLINE.COM, VIIKOTOILIR – Alokasi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) diperuntukan untuk keperluan Sekolah, salah satunya yakni untuk pengadaan mata pelajaran agar sekolah dan siswa dapat terbantu. Namun, lain pula yang terjadi di SDN 200/VIII Sungai Arang Kecamatan VII Koto Ilir.

Pada sekolah yang diketahui dikepalai oleh Mulyani tersebut, malah membenai para siswanya khususnya siswa kelas VI dan terjadi pada tahun ajaran yang lalu tepatnya tahun 2013 lalu atau sebelum ada kelulusan tahun ajaran baru ini, Kepala Sekolah, menjual buku dana BOS kepada siswa.

Seperti yang diungkapkan oleh Ketua Komite SDN 200/VIII Sungai Arang, Darwis. “Kepala Sekolah Mulyani SDN 200 Sungai Arang jual buku dana BOS, termasuk anak saya yang diminta untuk beli,” ujar Darwis kepada Teboonline.com, beberapa waktu yang lalu.

Buku dana BOS yang dijual tersebut lanjut Darwis, dijual seharga Rp 175 Ribu sebanyak 4 buah dan pada buku tersebut terdapat stempel dengan tulisan Buku dana BOS.
  
“Buku dana BOS itu kan tidak boleh diperjual belikan, tapi Kepala Sekolah ini malah dijadikan sebagai tempat bisnisnya untuk kepentingan pribadi dan menambah beban wali murid, mau tak mau wali murid menuruti karena diwajibkan oleh kepala sekolah untuk membeli,” ungkap Darwis lagi.

Pihak Komite SDN 200 Sungai Arang sendiri lanjutnya, sudah pernah mengkonfirmasi terkait penjualan buku dana BOS tersebut kepada Kepala Sekolah, namun Kepala Sekolah tersebut mengatakan bahwa penjualan buku dana BOS atas perintah dari Kepala UPTD Dikbudpora VII Koto Ilir, Supriyadi dan buku tersebut adalah proyek kepala UPTD tersebut.

Tidak hanya itu saja, Mulyani selaku Kepala SDN 200 Sungai Arang dinilai sosok yang otoriter sebagai seorang pemimpin di Sekolah. Semua kebijakannya harus dituruti oleh Guru dan Komite. Namun, belakangan ini, dewan Guru dan Komite SDN 200 Sungai Arang melakukan mosi tidak percaya terhadap Kepala Sekolahnya dan mengajukan pencopotan Kepala Sekolahnya kepada pihak Dinas Dikbudpora Kabupaten Tebo.

Sementara, Kepala SDN 200 Sungai Arang, Mulyani, ketika Koran ini mencoba konfirmasi via HP, tidak diangkat. Namun, Kepala UPTD Dikbudpora Kecamata VII Koto Ilir, Supriyadi membantah jika penjualan buku Dana BOS tersebut atas perintahnya.

“Penjualan buku dana BOS di SDN 200 Sungai Arang bukan atas perintah dari saya dan saya sudah menerima laporan tentang itu. Namun, saya sudah perintahkan Kepala sekolah tersebut agar uang siswa tersebut dikembalikan,” ujar Supriyadi, Rabu (12/8).

Namun, terkait ada tidaknya sanksi sebagai tindakan tegas terhadap kepala Sekolah yang telah melakukan penyimpangan dana BOS tersebut, Supriyadi tidak menjawabnya dengan pasti dan berkilah bahwa dirinya telah cros cek ke bawah. (ratno)

Related News