Hadapi Kurikulum 2013, Terpaksa Belajar Dengan Poto Kopi Buku Pelajaran

TEBOONLINE.COM, MUARATEBO – Adanya instruksi dari Dinas Pendidikan untuk diberlakukannya Kurikulum 2013 disetiap Sekolah pada tahun 2014 ini, mau tak mau pun pihak sekolah harus melakukannya meskipun masih dalam keterbatasan sarana. Salah satu contoh SMPN 31 Kabupaten Tebo.

Sejak dimulainya tahun ajaran baru ini, SMPN 31 Kabupaten Tebo telah menerapkan Kurikulum 2013 dalam proses kegiatan belajar mengajarnya, namun, para siswa terpaksa harus menggunakan buku mata pelajaran hasil Poto Kopi. Dikarenakan, buku mata pelajaran kurikulum 2013 belum terdistribusi ke sekolah.

“Untuk sementara, terpaksa siswa belajar dengan poto kopi buku mata pelajaran, karena buku kurikulum 2013 belum ada, setiap siswa harus poto kopi sendiri karena sekolah tidak ada biaya untuk poto kopi buku tersebut,” terang Kepala SMPN 31 Kabupaten Tebo, Suherman kepada Teboonline.com, Rabu (27/8).

Hal itu dilakukan sesuai arahan dari Dinas Dikbudpora Kabupaten Tebo, namun system poto kopinya tidak satu buku, melainkan perbabnya. Namun, yang dikhawatirkan nanti, setelah selesai satu BAB, buku kurikulum 2013 tersebut belum juga masuk. Tentunya itu akan terus menambah kerepotan bagi para siswa.

Sebenarnya lanjut Suherman, kurikulum 2013 baru bisa dilaksanakan tahun 2015 kalau melihat kondisi sebenarnya. Seperti melihat proses pendistribusian Buku Kurikulum 2013 yang masih dalam proses pencetakan oleh pihak rekanan pemenang lelang. Sementara, ditengah – tengah itu, kurikulum 2013 sudah harus dilaksanakan disetiap sekolah. (ratno)

Related News