Serapan Dana Pengamanan & Kebakaran Hutan Belum Maksimal


TEBOONLINE.COM, MUARATEBO- Dana pengamanan hutan dan kebakaran hutan di Dinas Kehutanan (Dishut) Kabupaten Tebo belum terserap secara maksimal mengingat  masih banyaknya dana tersebut yang tersisa

Kepala Dishut Kabupaten Tebo melalui Kabid Pengawasan Hutan, Tandjung mengatakan anggaran pengamanan hutan tahun 2013 lalu mencapai Rp 517 juta, sedangkan untuk anggaran kebakaran mencapai  281 juta

"Serapan dana pengamanan hutan hanya  78 persen, sedangkan serapan anggaran kebakaran mencapai Rp 261 Juta  atau 92,09 persen dari pagu yang ada," Katanya

Sementara itu, untuk dana pengamanan  tahun 2014 ini, Dishut menganggarkan sebanyak Rp 431 Juta, dan Rp194 Juta untuk anggaran kebakaran.

"Terhitung dari Januari hingga Mei serapan anggaran pengamanan hutan mencapai Rp 58 Juta atau 13,49 persen, sedangkan serapan anggaran untuk kebakaran Rp 38 Juta atu 19,65 persen dari pagu yang ada," sebutnya

Lanjutnya, berkurangnya anggaran pengamanan hutan di tahun 2013 ke tahun 2014 disebabkan tidak adanya PNS yang mau untuk dijadikan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS)

"Pengurangan anggaran pengamanan hutan tersebut dikarenakan tahun 2013 lalu kita mengalokasikan untuk program Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS), sementara di tahun 2014 program untuk PPNS tidak ada makanya dikurangi," paparnya lagi

Saat ditanya mengenai banyaknya perambahan liar, ilegal loging, kejahatan terhadap hutan dan titik api yang berada di kawasan hutan,  apakah kemudian dana tersebut cukup untuk melakukan pengawasan dan mengamankan hutan, dirinya menyebutkan anggaran tersebut sesuai dengan kemampuan kita.

"Anggaran tersebut sesuai dengan kemapuan kita dilapangan,  kendati memang masih banyak perambah dan kejahatan terhadap hutan, tapi yang jelas nanti jika kurang anggarannya akan kita tambah lagi," ungkapnya

Untuk diketahui titik api yang ada di kawasan hutan di Kabupaten Tebo tahun 2013 mencapai 372 titik api, sedangkan di tahun 2014  untuk sementara titik api sebanyak 97 titik api. (ty)

Related News