Kesemrawutan Pasar Sarinah Picu Tabrakan Beruntun


Warga terlibat adu mulut usai tabrakan beruntun di Pasar Sarinah
TEBOONLINE.COM, RIMBOBUJANG- Ramadhan, kawasan pasar Sarinah Rimbo Bujang, bertambah semrawut. Maraknya Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di jalan ditambah banyaknya kendaraan yang parkir di badan jalan, berdampak lalu lintas di kawasan Pasar  selalu macet dan kali ini menimbulkan tabrakan beruntun antara 2 pengendara sepeda motor dan mobil Box, pada Kamis (3/7)

Namun, beruntung keduanya hanya mengalami luka ringan, Sempat terjadi adu mulut antara 2 pengendara sepeda motor dan sopir mobil Box tersebut sehingga menimbulkan kemacetan cukup lama, adu mulut tersebut dikarenakan masing-masing pengendara dan sopir merasa tidak bersalah.

Warti dan Maimunah pengendara sepeda motor kepada Teboonline.com menuturkan kejadiannya bermula saat mobil box yang ada didepan mereka berhenti mendadak dan keduanya tidak mampu lagi mengerem sepeda motornya.

“Mobil Truk didepan kami seenaknya berhenti mendadak, kami mau ngerem sudah nggak bisa lagi karena kaget.”ujar maimunah.

Pantauan Teboonline.com di Pasar Sarinah dan sekitarnya, badan jalan terus menerus menjadi kantong PKL, serta areal parkir liar mobil. Juga tampak sejumlah mobil Boks yang tengah melakukan bongkar muat di badan jalan, dan tidak tampak satu petugas pun yang mencoba mengatur kelancaran lalu lintas, justru tampak asYik menarik retribusi dari pengendara yang masuk Pasar Sarinah.

Slamet Riyadi, Tokoh masyarakat Rimbo Bujang mengatakan, Pemda Tebo gagal mengatasi kemacetan dan kesemrawutan Pasar Sarinah. “Ini bentuk kegagalan Pemda Tebo mengatasi kemacetan dipasar sarinah,” ujarnya.

Dia juga menilai, ini imbas dari  buruknya birokrasi Pemerintah Daerah Tebo karena mereka hanya menargetkan PAD kepada dinas terkait sehingga para petugasnya hanya memikirkan kejar target pendapatan, mulai dari pendapatan retribusi pedagang pasar hingga retribusi parkir, akhirnya keselamatan pengguna jalan terabaikan.

“Semuanya imbas dari buruknya birokrasi Pemeritah Daerah Tebo, Pemda hanya menarget PAD kepada dinas terkait seperti retribusi pedagang pasar dan parkir tanpa dibarengi kinerja yang baik, akhirnya para petugas dilapangan hanya memikirkan bagaimana caranya mencapai target yang ditetapkan tanpa memikirkan keselamatan pengguna jalan lainnya,” imbuh salamet dengan nada kesal.

Lanjutnya, dirinya yakin semua masyarakat sependapat dengannya, dan berharap pemerintah daerah dan dinas terkait tidak hanya mengejar target PAD yang diinginkan, akan tetapi juga bagaimana menata pedagang dan pengendara yang baik demi kemaslahatan bersama. (go)

Related News