Diduga, Guru Honor Siluman Dominasi Kelulusan CPNS K2 Tebo

TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Carut Marut dalam penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) melalui jalur Kategori Dua (K2) atau honorer guru yang terjadi di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Tebo tahun ini, menjadi catatan buruk bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Tebo.

Pasalnya, justru mereka yang telah lama mengabdi sebagai Guru Honor Daerah atau guru pengajar di Sekolah malah banyak tidak lulus ketimbang mereka yang baru beberapa saat menjadi guru honor instan karbitan, malah banyak yang lulus.

Menurut catatan yang dimiliki salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Tebo, M.Hatta, Rabu (02/7) kemarin kepada Teboonline.com menuturkan, penerimaan CPNS melalui jalur K2 di Tebo sebanyak 160 orang yang telah dinyatakan lulus itu, 19 orang diantaranya bermasalah dan saat ini kasus itu tengah dalam proses pemeriksaan Satreskrim Polres Tebo.

19 orang tersebut diduga telah melakukan manipulasi data, tidak berdasarkan data base sebenarnya, Disebutkan Hatta, ada beberapa nama yang saat ini sedang ditelusurinya, diduga Ia sama sekali tidak pernah Honor tapi lulus.

"'Iya yang lulus awalnya 160 orang kini menjadi 141, pasalnya 19 orang itu diduga melakukan manipulasi data agar berkas miliknya bisa masuk dan diterima oleh panitia," ujar Hatta.

Sementara itu, Kepala BKD Tebo melalui Kabid pembinaan pegawai, Suwarto, menjelaskan sebanyak 141 CPNS yang lulus lewat K2 itu sudah diusulkan ke BKN. Untuk saat ini, memang Nomor Induk Pegawai (NIP) belum keluar atau masih dalam proses.

"Adapun 19 orang yang diduga bermasalah itu, mereka telah membuat surat pernyataan pengunduran diri karena diduga tersangkut hukum manipulasi data Honorer K2. Adapun sangsi pemberi pernyataan itu ada pada Dikbudpora, dan silahkan tanya disana," jelas Suwarto.

Terpisah, Kepala Dinas Dikbudpora Kabupaten Tebo, Zulkipli melalui Kabid Dikdas A.Dumyati dikonfirmasi mengatakan, bahwa pihak Dikbudpora tidak banyak terlibat terkait CPNS K2, karena Kepala Sekolah tidak pernah ada melakukan koordinasi data Honorer, pasalnya SK Honorer tahun 2005 lalu, Komite Sekolah yang mengeluarkannya, jadi Diknas pada saat itu tidak terlibat atau dilibatkan sama sekali.

Selanjutnya, mengenai sangsi yang dikatakan oleh pihak BKD Tebo terhadap pemberi pernyataan data base Honorer K2 tahun 2005 lalu, bukan berada pada Dikbudpora, melainkan pihak BKD sendiri. "Kita kan tidak dilibatkan sama sekali oleh BKD terkait Penerimaan CPNSD K2,"'tegas Dumyati.

Dilanjutkannya, bahwa yang berhak mengeluarkan SK Honorer K2 ditahun 2005 lalu pada saat itu adalah Komite Sekolah, sedangkan SK Honorer yang dikeluarkan Kepala Sekolah baru berlaku tahun 2010. Jika merujuk kepada sisa pegawai guru Honor Daerah pada tahun 2005 lalu, mereka lah yang berhak untuk mendapatkan kesempatan CPNS K2 tahun ini, jadi kira-kira siapa yang harus bertanggung jawab. (ard)

Related News