Pengurus Pasar Sarinah Tak Mampu Tangani PKL

Budi Santoso
TEBOONLINE.COM, RIMBOBUJANG – Kondisi Pasar Sarinah Kelurahan Wirotho Agung, Kecamatan Rimbo Bujang saat ini kian semrawut. Padahal, pihak Dinas Pasar sendiri sudah berulang kali turun ke bawah untuk langsung mengatur dan menata Pasar dengan cara memberikan pengertian kepada para Pedagang Kaki Lima (PKL). Namun, langkah tersebut nampaknya belum membuahkan hasil.

Seperti contoh, pada salah satu Gang paling belakang Pasar Sarinah. Mestinya, Gang tersebut untuk arus kendaraan Roda Dua dan jalan kaki para pengunjung Pasar Sarinah. Namun, selama ini, Gang tersebut penuh dengan Lapak PKL yang menjual Ikan dan Daging Ayam Potong dan nyaris Gang tersebut tidak dapat dilalui Kendaraan Roda Dua.
PKL yang berdiri diatas Trotoar jalan

Padahal, para penjual Ikan dan Daging Ayam potong sudah disediakan lokasi khusus untuk berjualan yakni di Los dibagian belakang Pasar Sarinah. Tidak hanya itu saja, kesemrawutan kondisi Pasar Sarinah juga tampak pada jalan Lingkar yaitu PKL mendirikan Lapaknya diatas Trotoar.

Pihak Pemerintahan Kelurahan Wirotho Agung sendiri, sebelumnya sudah memberikan surat kepada para PKL tersebut agar segera memindahkan Lapaknya. Namun, sampai saat ini juga, Lapak PKL tersebut masih berdiri utuh diatas Trotoar jalan Lingkar Pasar Sarinah.

Pengamat Ekonomi Kecamatan Rimbo Bujang, Budi Santoso, melihat kondisi Pasar Sarinah saat ini berkesimpulan bahwa, pihak Pemerintah selama ini sudah berusaha untuk bertindak guna ketertiban dan kerapian Pasar Sarinah. Namun, upaya tersebut tidak dibarengi dengan respon dan reaksi positif yang agresif dari Pengurus Pasar itu sendiri sebagai organisasi penyambung dari pihak Pemerintah.

“Pengurus Pasar Sarinah tak mampu tangani para PKL, sehingga keadaan Pasar Sarinah dalam perkembangan negatifnya jadi tak terkontrol seperti maraknya Lapak PKL berdiri tidak pada tempatnya,” ujar Budi Santoso, Senin (30/6).

Menurutnya, memang diakui semakin banyak Lapak PKL dapat menambah omzet penarikan Retribusi seperti Retribusi kebersihan. Namun, kerapian dan keindahan lingkungan Pasar Sarinah juga harus tetap diperhatikan. Jangan pula, berdirinya Lapak PKL satu – persatu menjadi peluang bisnis oknum pengurus Pasar Sarinah yang mengarah ke Pungutan Liar (Pungli). (crew)

Related News