Layanan Kesehatan BPJS Dikeluhkan


TEBOONLINE.COM, RIMBOBUJANG - Menelisik kinerja Puskesmas dan rumah sakit di Kabupaten Tebo sebagai ujung tombak pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), sejatinya memang masih banyak kekurangan.

Tak dipungkiri memang masih banyak keluh kesah masyarakat terkait kualitas pelayanan pada lembaga kesehatan itu, Sebagian warga menganggap pelayanan kesehatan belum memuaskan.

Rahayu, salah seorang warga Kecamatan Rimbo bujang, Kabupaten Tebo misalnya, memiliki pengalaman buruk beberapa waktu lalu ketika hendak memeriksa kandungannya dengan menggunakan fasiltas kartu BPJS Kelas II.

Bukannya mendapatkan pelayanan yang diinginkan, malah harus gigit Jari karena pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tebo mengatakan Dokter Spesialis Kandungan tidak ada. Niat sekedar mendapatkan penanganan medis untuk melahirkan, ternyata malah disuruh oleh pihak RSUD Tebo meminta rujukan ke Kantor BPJS Tebo untuk dirujuk ke RSUD yang ada di Muara Bungo.

''Karena  saya menggunakan kartu BPJS sebelumnya saya meminta surat rujukan dari Puskesmas untuk mendapatkan pelayanan persalinan di RSUD Tebo karena hasil USG saya dianjurkan untuk operasi Cesar, sesampainya disana pihak rumah sakit mengatakan Dokter Spesialisnya tidak ada,'' ungkapnya.

Lanjutnya, kemudian pihak Rumah Sakit menyarankan meminta rujukan kembali ke kantor BPJS untuk mendapatkan pelayanan medis di RSUD Muara Bungo.

“Pihak  Rumah Sakit menyarankan saya untuk meminta surat rujukan ke Kantor BPJS Tebo untuk meminta rujukan ke RSUD Muara Bungo, setelah sampai Poly RSUD Bungo melihat antrian pendaftaran yang membludak dan berjam-jam akhirnya mengurungkan niat untuk mendapatkan layanan kesehatan dan penanganan medis,'' ujarnya lagi.

Ditambahkanya lagi, dirinya mengaku trauma menggunakan kartu BPJS dan tidak akan lagi meneruskan iuran wajib setiap bulannya  untuk mendapatkan pelayanan persalinan dan memilih Klinik Swasta karena tidak mau mengambil resiko yang menyangkut keselamatan diri dan anak
yang dikandungnya.

“Saya  trauma menggunakan fasilitas kartu BPJS karena prosesnya yang berbelit-belit dan melelahkan hanya untuk mendapatkan pelayanan medis, dan memilih klinik swasta walaupun mahal namun pelayanannya terjamin,”tukasnya.

Sementara itu, Bupati Tebo Sukandar S.com. saat dikonfirmasi Teboonline.com (24/6) mengatakan, BPJS merupakan program nasional, juklak dan juknisnya juga dari pusat, pemda dalam hal ini hanya pelaksana.

“BPJS  merupakan program nasional, juklak dan juknisnya juga dari pusat, Pemda dalam hal ini hanya  pelaksana,”terang  Sukandar.

Namun, Sukandar mengatakan jika dalam implementasinya terdapat persoalan dan masalah dilapangan, Dinas Kesehatan Tebo seharusnya memberikan laporan seberapa banyak kasus keluhan masyarakat agar kita bisa rapatkan dan mencari solusinya.

“Seharusnya  Dinas Kesehatan Tebo memberikan laporan seberapa banyak kasus keluhan masyarakat terkait program BPJS ini agar kita bisa rapatkan segera dan mencari solusinya,”imbuhnya.

Dikatakanya lagi, memang diakui RSUD Tebo masih banyak kekurangan tenaga Dokter Spesialis, yang ada sekarang juga sedang melanjutkan pendidikanya yang dibiayai oleh Pemerintah Daerah.

Dirinya selaku kepala daerah berharap program BPJS ini bisa membantu masyarakat, bukan malah menghambat masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang sebaik-baiknya. (go)

Related News