Anak Dibawah Umur Dipaksa Menikah

Poto : Ilustrasi

TEBOONLINE.COM, RIMBOULU – Pernikahan dibawah umur masih saja terjadi ditengah masyarakat. Kasus kali ini dialami oleh Ay (15), warga Jalan Pontianak, Desa Sumber Sari, Kecamatan Rimbo Ulu, Kabupaten Tebo.

Pernikahannya terjadi Minggu (22/6) lalu, dengan laki-laki yang disebut-sebut sebagai kekasihnya, Al (24), warga Desa Muara Niro, Kecamatan Tujuh Koto. Penikahan sendiri dilakukan oleh Sr (40), ayah Ay, di rumahnya, disaksikan oleh sejumlah tokoh masyarakat sekitar.

Kejadian ini dibenarkan oleh Ketua RT setempat, yang juga menyaksikan pernikahan tersebut. Menurutnya pernihakan itu dilakukan secara sirih, atau mengikuti hukum agama. Penikahan tidak dicatat di Pemerintahan, sebab terkendala umur mempelai perempuan yang masih di bawah umur.

“Saya yang diminta mengurus surat menyurat, tapi ditolak oleh desa, katanya pernikahan ini kalau dilakukan akan melanggar hukum,” ujar Ketua RT 22, Jalan Pontianak, Ngadiman.

Namun, pernikahan tetap dilakukan sebab pihak mempelai laki-laki telah datang bersama keluarganya untuk menikahi Ay, Minggu malam. Akhirnya pernikahan dilakukan. Mengingat pernikahannya yang hanya dilakukan secara sirih, pihak laki-laki membuat perjanjian tidak akan meninggalkan Istrinya, dan akan menikahinya secara resmi setelah cukup umur nanti.

Sr saat ditemui Wartawan tidak membantah pernikahan anaknya itu. Dia mengaku terpaksa menikahkan anaknya karena sudah menjadi sorotan warga setempat, karena sering keluar malam dengan laki-laki yang belakangan diketahui sebagai kekasihnya.

Ay sendiri baru lulus SMP satu tahun yang lalu, tapi tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Selama tidak bersekolah, gadis yang baru menginjak usia dewasa ini hanya dirumah. Dan belakangan diketahui sudah mulai mengenal lawan jenis hubungannya terlihat sudah sangat intim.

“Belakangan sering pulang malam, saya tanya sudah berbuat apa saja, katanya sudah sampai ke sana,” ungkap Sr, tidak menjelaskan secara detail parbuatan apa yang dimaksud.

Pernikanan dini itu, menurut Sr sudah melalui persetujuan tokoh agama dan sesepuh setempat, yang mengatakan sebagai keputusan terbaik. Dikhawatirkan kalau tidak segera dinikahkan mereka akan berbuat mesum, apa lagi saat itu sudah mendekati bulan Ramadhan.

“Saya orang tua sudah pasrah, tapi saya juga minta agar mereka jangan punya anak dulu sampai menikah secara resmi nanti,” pungkas Sr. (crew)

Related News