Suhardi Sutan Bandaro, Cacat Fisik Berjiwa Mandiri

Suhardi Sutan Bandaro
TEBOONLINE.COM, RIMBOBUJANG - Kendati Cacat fisik yang dialami olehSuhardi Sutan Bandaro (43), warga jalan Rawa Mangun Kelurahan Wirotho Agung Kecamatan Rimbo Bujang, dirinya berjiwa mandiri untuk menghidupi dirinya.

Dengan kondisi Cacat fisik yaitu, tangan kiri dan kaki kirinya lumpuh yang dialami Suhardi Sutan Bandaro, tak menghalangi kemauan jiwanya untuk berkarya hidup mandiri,yaitu bekerja sebagai penyiar disalah satu Radio yang ada di Kecamatan Rimbo Bujang.  

Diketahui, Suhardi Sutan Bandaro yang berstatus menduda, Sejak berpisah dengan isterinya. Suhardi Sutan Bandaro, berasal dari Batu Sangkar, Sumatera Barat, dan menetap di Rimbo Bujang sejak tahun 1976, dan Cacat fisik yang dialaminya berawal dirinya jatuh dari sepeda motor pada tahun 2005 yang lalu.

"Ya, saya mengalami Cacat fisik karena jatuh dari sepeda motor, akibatnya tangan kiri dan kaki kiri saya menjadi lumpuh, "ujar Suhadi Sutan Bandaro, pada Teboonline.com (11/5).                                                                                            

Sebelum mengalami Cacat fisik imbuh Sutan Bandaro, dirinya aktif kegiatan di masyarakat, seperti aktIf dalam organisasi kepemudaan Ampi, pengurus ranting Muhamadiyah Rimbo Bujang dan lainnya.

"Sejak saya Cacat fisik dan hidup menduda, saya tetap punya semangat untuk hidup, dan berjiwa besar hidup mandiri. Dan saya tidak mau hidup menjadi peminta - minta kepada orang lain. Oleh karenanya saya tetap berusaha berkarya, sesuai kemampuan kondisi badan saya, yaitu bekerja sebagai penyiar di Radio mengisi acara Minang Badendang, " paparnya.                                                           

Lanjutnya, meski Suhardi Sutan Bandaro, jalannya terseok - seok dan tangan kirinya lemas susah untuk digerakkan, namun dirinya kerap tampak berjalan kaki di Pasar Sarinah Wirotho Agung.

"Saya bekerja di Radio, di samping hoby dan bertujuan untuk menghibur urang awak yang ada di perantauan. Kalau masalah honor pas - pasan untuk beli rokok aja, sementara untuk bekerja berat saya tidak bisa," terangnya.                                                                                  

Imbuhnya lagi, untuk kepedulian sosial terhadap orang - orang penyandang Cacat (Invallid_red) yang hidupnya dibawah garis kemiskinan, diharapkan Pemkab Tebo dalam hal ini Dinas Sosial, untuk dapat memberikan bantuan, pembinaan, dan pelatihan keterampilan.


"Kita berharap, pemerintah dapat memberikan bantuan, dan pembinaan keterampilan untuk bekal hidup mandiri bagi penyandang invalid, agar hidup bisa layak." pungkasnya. (pri)                    

Related News