PKL Nekat Dirikan Kios, Dikawasan Larangan


Bangunan Kios yang berdiri di kawasan larangan
TEBOONLINE.COM, RIMBOBUJANG - Pedagang Kaki Lima (PKL) masih nekat mendirikan bangunan Kios dikawasan larangan, seperti di depan eks SDN depan Pasar Sarinah, jalan Pahlawan Kelurahan Wirotho Agung Kecamatan Rimbo Bujang. Padahal di kawasan area tersebut, sudah ada Plang (Dari Pemerintah - red) tanda larangan mendirikan bangunan.

Diketahui, berdirinya bangunan kios yang terbuat dari kayu dan plastik, milik para PKL yang sudah ada selama ini, didepan eks SDN tersebut merupakan penampungan PKL sementara, dari imbas pelebaran dan pengaspalan jalan pada waktu yang lalu. Ironisnya pada saat ini timbul lagi 3 bangunan Kios baru, yang terbuat dari papan dan atap seng di area eks SDN tersebut .

Terkait munculnya 3 bangunan kios baru di area depan eks SDN depan Pasar Sarinah, membuat Lurah Wirotho Agung gerah dan segera melakukan cros cek kelapangan. 

"Ya, benar selain menerima laporan dari warga terkait munculnya 3 bangunan kios baru tersebut, saya pun melihatnya sendiri adanya kios baru itu," ungkap Lurah Soedjarijo, pada Teboonline.com (4/5).

Pihak pemerintah Kelurahan Wiroto Agung, imbuh Lurah Soedjarijo, sudah sering menyampaikan himbauan kepada warga, tentang larangan mendirikan bangunan yang baru lagi, di area depan eks SDN depan Pasar Sarinah, bahkan plang tanda larangan  membangun juga sudah ada.

"Saya perintahkan Kepala Seksi Pemerintahan (Kasi Pem) dan Kasi Trantib, segera turun kelokasi untuk melakukan pendataan dan sosialisasi, kepada pemilik  3 kios yang baru tersebut," tegas Lurah
Soedjarijo.

Lanjutnya, disinyalir sering terjadi adanya jual beli atau ganti rugi bangunan kios, yang dilakukan oleh oknum PKL, yang sebenarnya hal tersebut sudah menyalahi aturan yang ada, namun kasus tersebut masih terus berlangsung dari dulu sampai dengan sekarang.

"Menurut laporan warga yang saya terima, di sinyalir ada unsur sengaja oleh oknum PKL, menjual atau mengganti rugikan bangunan kiosnya kepada PKL lainnya, untuk kepentingan bisnis. Untuk itu kita himbau kepada para PKL, agar mematuhi peraturan yang ada.  "tandas Lurah mengakhiri. (go)

Related News