Pekerja Jembatan Sekalo Kabur, Warga Ngadu Ke Gubernur

Warga Sekalo saat bertemu dengan HBA
TEBOONLINE.COM, MUARATEBO - Para pekerja Pembangunan Jembatan Sekalo dari pihak rekanan PT Pilar Persada di isukan kabur tinggalkan lokasi kerja, paska aksi ratusan warga blokir area kerja jembatan.

Pasalnya, lokasi pengerjaan proyek Multiyears senilai Rp 9,5 Milyar tersebut telah dihentikan warga setempat dengan melakukan aksi blokir area kerja pada beberapa waktu lalu.

Informasi yang berhasil dirangkum Teboonline.com, sebelumnya (29/04) ratusan warga Desa Muara Sekalo mendatangi lokasi proyek dan memblokir pengerjaan. Pasca dilakukannya aksi pelaksanaan pekerjaan yang sebelumnya telah dikeluarkan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) terlihat tidak dilaksanakan.

Menindaklanjuti aksi itu, pihak Dinas Pekerjaan Umun (DPU) Tebo hingga berita ini diturunkan tidak berani banyak bicara.

Sementara itu, Herman dan Mat Gedobor warga Desa Muara Sekalo dikonfirmasi Teboonline.com Senin (5/5) via ponsel mengatakan bahwa camp kerja PT.Pilar Persada ditinggalkan para pekerjanya, kecuali penjaga alat berat.

Sedangkan mereka  beserta perwakilan warga lainnya saat ini sedang berada di Kota Jambi untuk menemui Gubernur Jambi Hasan Basri Agus terkait kisruh penetapan lokasi pembangunan jembatan.

"Maaf kami sekarang lagi di Jambi mau ngadap Gubernur soal jembatan ini, kalau lokasi camp sekarang sudah tidak ada pekerjanya, yang ada cuma dua orang jaga alat berat," jawab Mat Gedobor.

Sekedar mengingatkan bahwa Kadus Pauh Udang Desa Sekalo, Arifin  bersikukuh agar Pemerintah Kabupaten Tebo untuk segera mengambil tindakan terkait hal itu. Jika dibiarkan berlarut-larut malah akan menyulut amarah warga.

Dan bila keinginan warga untuk dibangun Jembatan diatas Sungai Batang Sumay tidak terlaksana, maka baiknya proyek tersebut dihentikan.

"Kalau tidak dibangun, dihentikan saja. Yang lama direhab saja agar APBD kita tidak diboros-boroskan,"tegasnya.

Dalam mewujudkan rencana pembangunan jembatan di atas Sungai Batang Sumay (Survei warga_red), warga setempat secara bergotong royong  telah dilakukan swadaya, bahkan Kepala Desa setempat juga telah menghibahkan tanah seluas 4 Hektar untuk membuka akses jalan menuju lokasi  jembatan.

"Disini kami tegaskan dan agar semua orang tahu, bahwa Pro Kontra yang selama ini terjadi bukan antar warga, tapi warga dengan Pemerintah soal tempat pembangunan jembatan. Perlu diketahui bahwa Kepala desa sudah hibahkan tanah 4 hektar, warga juga sudah lakukan swadaya untuk pembangunan jembatan yang sudah disurvei itu. Jadi mohon tolong dihargai niat baik kami demi perkembangan desa ini," tegasnya. (ard)

Related News